Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024

Akui Hilirisasi SDA Banyak Tantangan, Jokowi: Kita Tidak Akan Goyah oleh Tekanan-tekanan

Kompas.com - 27/01/2023, 08:30 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan komitmennya untuk melakukan hilirisasi terhadap berbagai komoditas sumber daya alam (SDA) nasional. Ini akan terus dilakukan meskipun dalam prosesnya pemerintah mendapatkan tekanan.

Seiring dengan melimpahnya SDA yang ada di Indonesia, Jokowi mengatakan, hilirisasi menjadi prioritas investasi nasional. Menurutnya, hilirisasi menjadi upaya pemerintah dalam menyambut ekonomi baru di masa depan.

"Meskipun muncul berbagai tantangan dalam hilirisasi sumber daya alam kita, kita akan tetap tegak berdiri, kita tidak akan goyah oleh tekanan-tekanan," kata Jokowi, dalam video yang ditayangkan pada acara, Saratoga Investment Summit 2023, Kamis (26/1/2023).

Baca juga: Bertemu Presiden, Industri Perbankan Komitmen Dukung Hilirisasi Industri Berbasis SDA

Lebih lanjut orang nomor 1 RI itu bilang, sampai dengan saat ini pemerintah telah menghentikan ekspor komoditas bijih nikel dan bauksit. Larangan ini rencananya akan diperluas guna memaksimalkan upaya hilirisasi pemerintah.

"Selanjutnya timah, tembaga, dan lain-lain," ujar Jokowi.

Lewat hilirisasi, Jokowi menambahkan, perekonomian Indonesia akan mendapatkan keuntungan dari nilai tambah yang dihasilkan. Selain menambah nilai produk akhir dari komoditas, hilirisasi juga akan membuka lapangan kerja baru.

"(Hilirisasi) bisa memberikan nilai tambah yang lebih tinggi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak bagi masyarakat," katanya.

Baca juga: Usai Larang Ekspor Bijih Nikel, Jokowi Akan Larang Ekspor Bijih Bauksit Mulai Juni 2023


Dalam rangka hilirisasi tersebut, Jokowi pun mengajak investor untuk menempatkan dananya di Tanah Air.

Sektor ekonomi hijau disebut menjadi sektor yang potensial dalam pengembangan komoditas Tanah Air.

"Seperti pengembangan ekosistem mobil listrik, energi baru terbarukan, kawasan industri hijau, dan industri hemat energi yang ramah lingkungan," tuturnya.

Baca juga: Sebut Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Tertinggi Sedunia, Jokowi: Karena Hilirisasi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+