Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IHSG Diproyeksi Masih Lesu, Cermati Saham-saham Ini

Kompas.com - 07/02/2023, 06:39 WIB
Rully R. Ramli,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada Senin (6/2/2023) kemarin. Indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat melemah 37,94 poin atau 0,55 persen ke 6.873,79.

Founder WH Project William Hartanto mengatakan, koreksi indeks saham disebabkan oleh beragam sentimen. Namun, yang paling mengkhawatirkan investor ialah sinyal hawkish bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

"Namun setelah kami perhatikan, sebenarnya kami menemukan hal menarik yang, jika terkonfirmasi, akan membuat kita semua senang karena IHSG sudah memberikan peluang buy on weakness. Yaitu terbentuknya pola inverted head and shoulders," tutur dia, dalam risetnya, Senin.

Baca juga: 10 Saham Paling Cuan dan Boncos pada Pekan Ini

William bilang, kondisi tersebut menjadi semakin menarik, menyusul adanya aksi beli bersih atau net buy yang dilakukan investor asing. Data RTI menunjukan, pada awal pekan ini investor asing mencatat net buy sebesar Rp 729,81 miliar.

"IHSG dan sebagian besar saham (secara khusus yang mengalami net buy asing) sedang mengalami fase markdown. Yang mana berarti, harga saham menurun namun ada pihak yang melakukan akumulasi, dalam hal ini pelaku yang melakukan pembelian adalah investor asing," ujarnya.

Dengan melihat faktor-faktor tersebut, William memproyeksi, IHSG bergerak mixed cenderung melemah pada perdagangan Selasa (7/2/2023) hari ini. Ia memproyeksi, indeks saham bergerak pada rentang 6.800-6.950.

"Pelemahan hari ini diperkirakan lebih terbatas dibanding kemarin, dan memberikan kesempatan buy on weakness," katanya.

Secara teknikal William bilang, IHSG masih belum mengkonfirmasi pola inverted head and shoulders. Namun selama masih mampu bertahan di atas 6.800 maka besar kemungkinan untuk terkonfirmasinya pola ini.

Pada perdagangan hari ini, William merekomendasikan saham CTRA (buy, support Rp 980 resistance Rp 1,040), SMRA (buy, support Rp 615 dan resistance Rp 655), KINO (buy, support Rp 1.670 dan resistance Rp 1.845), dan TLKM (buy, support Rp 3.820 dan resistance Rp 4.000).

Baca juga: Berkaca dari Skandal Goreng Saham Adani, Jokowi Minta OJK Perkuat Pengawasan di Sektor Jasa Keuangan

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis atau sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

IPB Kembangkan Padi 9G, Mentan Amran: Kami Akan Kembangkan

IPB Kembangkan Padi 9G, Mentan Amran: Kami Akan Kembangkan

Whats New
Konsorsium Hutama Karya Garap Proyek Trans Papua Senilai Rp 3,3 Triliun

Konsorsium Hutama Karya Garap Proyek Trans Papua Senilai Rp 3,3 Triliun

Whats New
Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Work Smart
Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

BrandzView
Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Whats New
Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Whats New
Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Whats New
Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Whats New
Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Whats New
Konflik Iran-Israel Bisa Picu Lonjakan Inflasi di Indonesia

Konflik Iran-Israel Bisa Picu Lonjakan Inflasi di Indonesia

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 66 Resmi Dibuka, Berikut Persyaratannya

Kartu Prakerja Gelombang 66 Resmi Dibuka, Berikut Persyaratannya

Whats New
Kemensos Buka 40.839 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kemensos Buka 40.839 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
Pemudik Lebaran 2024 Capai 242 Juta Orang, Angka Kecelakaan Turun

Pemudik Lebaran 2024 Capai 242 Juta Orang, Angka Kecelakaan Turun

Whats New
Pasar Sekunder adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Sekunder adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com