Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bappebti Bakal Tambah Daftar Kripto, Banyak Koin Lokal

Kompas.com - 31/03/2023, 21:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) bakal menambah jumlah jenis koin kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia.

Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko mengatakan, saat ini ada 383 jenis koin kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia dan 10 di antaranya merupakan koin lokal.

Kendati demikian, dia tidak memberitahukan jumlah pasti kripto yang boleh diperdagangkan. Namun yang jelas saat ini ada sekitar 241 jenis kripto yang diajukan ke Bappebti.

Baca juga: Harga Kripto dalam Tren Penguatan, Waspadai Bull Trap

Namun jumlah koin yang didaftarkan itu masih harus melalui proses uji kelayakan agar sesuai standar yang sudah ditetapkan.

"Ini yang sedang kami lakukan tapi belum selesai, rencananya dalam waktu dekat kami akan segera menerbitkan atau menambah jumlah koin kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia," ujarnya saat acara Ngobrol Bareng Bappebti di Jakarta, Jumat (31/3/2023).

Dia menjelaskan, koin kripto yang akan diterbitkan nantinya banyak yang merupakan koin kripto lokal. Hal ini sesuatu yang menggembirakan lantaran koin kripto lokal dapat mendorong perekonomian nasional.

Baca juga: Harga Bitcoin Cenderung Stabil, Cek Rician Harga Kripto Hari Ini

Selain itu, koin kripto lokal juga lebih mudah untuk diawasi karena inisiatornya ada di dalam negeri dan mudah diketahui underlying atau penjamin asetnya.

Dengan demikian, Bappebti akan lebih mudah untuk mencekal pemilik koin kripto lokal apabila terjadi maslaah dibandingkan dengan koin kripto luar negeri yang inisiator dan penjaminnya ada di luar negeri.

"Jadi agak beda menilainya, walaupun koin lokal itu nilainya atau valuasinya masih sangat kecil, makanya kita mengarahkannya berpihak ke yang lokal," ucapnya.

Baca juga: Bitcoin dan Dogecoin Menguat, Cek Rincian Harga Kripto Hari Ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kecepatan KCJB Bisa Ngebut 350 Km/jam, Luhut: Jakarta-Bandung 1 Jam

Kecepatan KCJB Bisa Ngebut 350 Km/jam, Luhut: Jakarta-Bandung 1 Jam

Whats New
Pemerintah Minta Publik Tak Berprasangka Buruk soal Ekspor Pasir Laut

Pemerintah Minta Publik Tak Berprasangka Buruk soal Ekspor Pasir Laut

Whats New
Hobi Pengusaha RI, Taruh Uang di Singapura, Lalu Investasikan ke Sini

Hobi Pengusaha RI, Taruh Uang di Singapura, Lalu Investasikan ke Sini

Whats New
Kata Bahlil, IKN Lanjut Terus, Kecuali Pengganti Jokowi Tidak Sejalan

Kata Bahlil, IKN Lanjut Terus, Kecuali Pengganti Jokowi Tidak Sejalan

Whats New
Perum Damri dan PPD Resmi Merger

Perum Damri dan PPD Resmi Merger

Whats New
Honest Financial: Transaksi Pakai Kartu Kredit Tanpa Nomor Aman dari Serangan Siber

Honest Financial: Transaksi Pakai Kartu Kredit Tanpa Nomor Aman dari Serangan Siber

Whats New
Meski Ibu Kota Negara Pindah, Pembangunan Kawasan MRT Jakarta Tetap Berlanjut

Meski Ibu Kota Negara Pindah, Pembangunan Kawasan MRT Jakarta Tetap Berlanjut

Whats New
Genjot Pembangunan IKN, Pemerintah Ajak Pengembang Perumahan Ikut Berinvestasi

Genjot Pembangunan IKN, Pemerintah Ajak Pengembang Perumahan Ikut Berinvestasi

Whats New
Pemerintah Janji Percepat Pembangunan 250 SPBU untuk Nelayan

Pemerintah Janji Percepat Pembangunan 250 SPBU untuk Nelayan

Whats New
Kualitas Udara di Berbagai Kota Memburuk, Pemerintah Diminta Lakukan Langkah-langkah Ini

Kualitas Udara di Berbagai Kota Memburuk, Pemerintah Diminta Lakukan Langkah-langkah Ini

Whats New
Profil TaniFund, Pinjol yang Disebut 'Angkat Tangan' Atasi Gagal Bayar

Profil TaniFund, Pinjol yang Disebut "Angkat Tangan" Atasi Gagal Bayar

Whats New
Survei Populix: Tingkat 'Live Streaming Shopping' Terus Meningkat

Survei Populix: Tingkat "Live Streaming Shopping" Terus Meningkat

Whats New
Masyarakat Indonesia Disebut Mulai Meninggalkan Uang Tunai, Apa Buktinya?

Masyarakat Indonesia Disebut Mulai Meninggalkan Uang Tunai, Apa Buktinya?

Whats New
Menteri KKP: Eksplorasi Sedimentasi Laut Tak Ganggu Nelayan

Menteri KKP: Eksplorasi Sedimentasi Laut Tak Ganggu Nelayan

Whats New
Kronologi Gagal Bayar TaniFund Sebelum Disebut 'Angkat Tangan'

Kronologi Gagal Bayar TaniFund Sebelum Disebut "Angkat Tangan"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com