Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
INDONESIA TERHUBUNG

Ini Langkah yang Diambil IndiHome untuk Maksimalkan Potensi Ekonomi Digital Nasional

Kompas.com - 08/05/2023, 17:03 WIB
Hisnudita Hagiworo,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Studi terbaru Google, Temasek, dan Bain & Company pada 2022 menunjukkan bahwa gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Indonesia mencapai 77 miliar dollar AS. Angka ini mengalami peningkatan 22 persen ketimbang 2021.

Laporan tersebut juga memproyeksikan bahwa ekonomi digital nasional bakal naik dua kali lipat pada 2025 menjadi 130 miliar dollar AS. Selanjutnya, proyeksi ekonomi digital pada 2030 diperkirakan mencapai 220-360 miliar dollar AS.

Dari jumlah tersebut, e-commerce menjadi penyumbang terbanyak ekonomi digital pada 2022, yakni 59 miliar dollar AS. Pada 2025, sektor ini diproyeksikan tumbuh 17 persen menjadi 95 miliar dollar AS.

Meski demikian, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah (PR) agar potensi perekonomian digital dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya adalah disparitas akses internet.

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), terdapat 12.548 desa dan kelurahan yang belum mendapatkan akses internet pada 2022. Daerah-daerah ini tidak hanya terdapat pada wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T), tetapi juga di wilayah komersial.

Untuk mengatasi masalah itu, pemerintah mendorong penyedia layanan telekomunikasi berinvestasi agar disparitas digital menyempit.

Baca juga: Ini 9 Program yang Berhasil Bawa IndiHome Borong Penghargaan di PRIA 2023

Pacu layanan inklusif tanpa batas

Salah satu penyedia layanan telekomunikasi di Indonesia, PT Telkom (Persero) Tbk, melalui layanan IndiHome mendukung upaya pemerintah dalam meratakan akses internet di Tanah Air.

Vice President (VP) Marketing Management Telkom Indonesia E Kurniawan mengatakan bahwa hingga saat ini, IndoHome telah menggelar 173.000 km jaringan fiber optik atau fixed broadband di seluruh Indonesia.

Tak hanya wilayah komersial, jaringan internet IndiHome juga telah menjangkau pulau-pulau terluar di Indonesia.

“Kami sudah 97 persen mencapai di kota dan kabupaten di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kurniawan menambahkan, pihaknya akan terus menggelar jaringan fiber optik hingga menjangkau 100 persen seluruh kota dan kabupaten di Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, Telkom menyiapkan tiga strategi, yakni fixed broadband melalui IndiHome, fixed wireless access atau seluler melalui Telkomsel, dan layanan internet satelit.

Ketiga layanan itu tidak hanya berdiri sendiri. Telkom juga mengolaborasikan dua teknologi dalam satu wilayah, misalnya IndiHome Orbit. Langkah tersebut diambil untuk menyiasati satu daerah yang belum terjangkau fixed broadband.

“Jika di satu daerah belum terjangkau fixed broadband, Orbit akan masuk terlebih dahulu. Setelah Orbit penetrasi dan terjadi pemakaian kuota terlalu tinggi, barulah fixed broadband bisa masuk agar masyarakat bisa memanfaatkan kuota yang lebih besar lagi,” paparnya.

Baca juga: IndiHome Optimistis Capai Target Kenaikan Jumlah Pelanggan pada 2023

Gandeng perusahaan internasional

Tak sekadar menyediakan jaringan internet, Telkom juga memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses layanan digital atau over the top (OTT), baik produktivitas maupun konten hiburan, secara mudah dan cepat, serta bisa dilakukan kapan saja.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com