Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Permintaan Lesu, Pertumbuhan Kredit Baru Perbankan Kian Melambat

Kompas.com - 19/12/2023, 15:34 WIB
Rully R. Ramli,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksi penyaluran kredit baru perbankan kembali tumbuh pada November 2023. Namun demikian, laju pertumbuhan diprediksi kian melambat, seiring dengan permintaan pembiayaan yang melemah.

Berdasarkan data Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan BI, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru perbakan sebesar 70,4 persen pada November lalu. Nilai itu lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 82,1 persen.

"Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada November 2023 juga terindikasi tumbuh positif dengan SBT sebesar 70,4 persen," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, dalam keterangannya, Selasa (19/12/2023).

Baca juga: Cara Transfer BI Fast lewat m-Banking BCA

Jika dilihat secara lebih rinci, penurunan SBT sebenarnya hanya terjadi pada bank umum. Tercatat SBT bank umum sebesar 68,5 persen, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 83,2 persen.

Sementara itu, dua kategori bank lainnya, yakni bank umum syariah dan bank pembangunan daerah (BPD) mencatat kenaikan SBT. Hasil survei menunjukan, SBT bank umum syariah dan BPD masing-masing meningkat menjadi 100 persen dan 75,9 persen.

Berdasarkan jenis kredit, hampir seluruh kategori juga tumbuh melambat, mulai dari kredit investasi sebesar 56,2 persen, kredit modal kerja 62,2 persen, dan kredit pemilikan rumah (KPR) 60,3 persen. Hanya kredit konsumsi lainnya yang meningkat, yakni sebesar 66,9 persen.

Baca juga: Badan Supervisi BI, OJK, dan LPS

"Faktor utama yang memengaruhi penyaluran kredit baru tersebut antara lain permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain," tutur Erwin.

Melemahnya penyaluran kredit baru selaras dengan melambatnya permintaan pembiayaan dari korporasi dan juga rumah tangga.

Bank sentral mencatat, SBT pembiayaan korporasi sebesar 14,9 persen. Nilai ini lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 15,7 persen.

Baca juga: Ada BI-Fast, Nasabah Sudah Hemat hingga Rp 8 Triliun

SBT pembiayaan korporasi utamanya ditopang oleh sektor konstruksi yang meningkat sebesar 2,7 persen. Sementara itu, pada sektor industri pengolahan dan infokom terjadi perlambatan.

"Perlambatan kebutuhan pembiayaan korporasi terutama karena penurunan kegiatan operasional sebagai dampak lemahnya permintaan domestik dan ekspor," tulis BI.

Kemudian, permintaan pembiayaan oleh rumah tangga melalui utang atau kredit juga menurun. Survei menunjukan, responden rumah tangga yang melakukan penambahan pembiayaan melalui utang pada November sebesar 10,7 persen dari total responden, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebeesar 11,3 persen.

"Pada November 2023, permintaan pembiayaan oleh rumah tangga melalui utang atau kredit terpantau sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya," tulis BI.

Baca juga: BI Bakal Uji Coba Sistem Rupiah Digital pada 2024

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Jurus Pertamina Patra Niaga Layani Kebutuhan Energi Sampai ke Pelosok

Jurus Pertamina Patra Niaga Layani Kebutuhan Energi Sampai ke Pelosok

Whats New
Pemkab Lebak Berhasil Turunkan Inflasi dari 4 Persen Per Januari Jadi 2 Persen Pada Mei 2024

Pemkab Lebak Berhasil Turunkan Inflasi dari 4 Persen Per Januari Jadi 2 Persen Pada Mei 2024

Whats New
Minggu 23 Juni, MRT Beroperasi hingga Jam 24.00 untuk Dukung Jakarta International Marathon

Minggu 23 Juni, MRT Beroperasi hingga Jam 24.00 untuk Dukung Jakarta International Marathon

Whats New
Kekhawatiran Baru Setelah Tokopedia Lakukan PHK

Kekhawatiran Baru Setelah Tokopedia Lakukan PHK

Whats New
Jenis Metode Transfer Antarbank di Indonesia, Apa Saja?

Jenis Metode Transfer Antarbank di Indonesia, Apa Saja?

Work Smart
Holding BUMN Pariwisata InJourney Buka Lowongan Kerja Gaji Rp 15 Juta, Simak Syaratnya

Holding BUMN Pariwisata InJourney Buka Lowongan Kerja Gaji Rp 15 Juta, Simak Syaratnya

Whats New
Menteri BUMN Pertama RI Tanri Abeng Meninggal Dunia, Erick Thohir: Sosok yang Berjasa Besar untuk Negeri..

Menteri BUMN Pertama RI Tanri Abeng Meninggal Dunia, Erick Thohir: Sosok yang Berjasa Besar untuk Negeri..

Whats New
Harga Emas Terbaru 23 Juni 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 23 Juni 2024 di Pegadaian

Spend Smart
7 Penyebab Kartu ATM Terblokir dan Solusinya

7 Penyebab Kartu ATM Terblokir dan Solusinya

Whats New
Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 23 Juni 2024

Harga Emas Antam: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 23 Juni 2024

Spend Smart
Tips Investasi Saham bagi Pemula, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Tips Investasi Saham bagi Pemula, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Work Smart
Harga Bahan Pokok Minggu 23 Juni 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Harga Bahan Pokok Minggu 23 Juni 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik, Cabai Merah Keriting Turun

Whats New
Pendaftaran Lowongan Kerja PT KAI Dibuka, Ini Linknya

Pendaftaran Lowongan Kerja PT KAI Dibuka, Ini Linknya

Whats New
Harga Emas Antam Naik Rp 13.000 Per Gram Selama Sepekan

Harga Emas Antam Naik Rp 13.000 Per Gram Selama Sepekan

Whats New
Tanri Abeng, Mantan Menteri BUMN Berjuluk 'Manajer Rp 1 Miliar', Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun

Tanri Abeng, Mantan Menteri BUMN Berjuluk "Manajer Rp 1 Miliar", Meninggal Dunia di Usia 83 Tahun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com