Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Tech Winter" Bisa Reda Tahun Depan, asalkan Perusahaan Lakukan Ini

Kompas.com - 20/12/2023, 12:38 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Sumber CNBC

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan modal ventura di Asia Tenggara memperkirakan penggalangan dana akan meningkat pada 2024. Namun begitu, perusahaan teknologi perlu menyiapkan peta jalan yang jelas dan layak untuk menuju profitabilitas.

Laporan Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan, hambatan makro global seperti inflasi dan tingginya biaya modal telah menurunkan penyebaran pendanaan swasta ke level terendah dalam enam tahun terakhir.

Jaringan akuntansi internasional KPMG melaporkan, pendanaan modal ventura di kawasan Asia-Pasifik turun menjadi 20,3 miliar dollar AS pada kuartal III-2023. Jumlah tersebut jadi yang terendah sejak kuartal I-2017.

Baca juga: Peluang dan Tantangan Perusahaan Teknologi Saat Tech Winter, Apa Saja?

Ilustrasi startup.SHUTTERSTOCK/GAJUS Ilustrasi startup.

Pada kuartal II-2023, pendanaan modal ventura di wilayah Asia Pasifik mencapai 24,2 miliar dollar AS. Minimnya pendanaan dari modal ventura di kawasan Asia Tenggara juga kerap disebut dengan musim dingin perusahaan startup teknologi atau tech winter.

Salah satu pendiri dan mitra pengelola Monk’s Hill Ventures Peng T. Ong yakin tahun depan akan terjadi perubahan.

"Saya yakin, tahun depan, Anda akan melihat pelonggaran penerapan (modal ventura) di Asia Tenggara,” kata dia dikutip dari CNBC, Rabu (20/12/2023).

Senada, salah satu pendiri dan mitra pengelola Asia di Antler Jussi Salovaara juga memperkirakan pendanaan modal ventura akan meningkat pada semester II-2024.

Baca juga: Tantangan Tech Winter Bikin Startup Harus Lebih Bijak Kelola Keuangannya

“Kami yakin angka ini akan meningkat, terutama menjelang paruh kedua tahun ini. Pasti ada guncangan yang didorong oleh kenaikan suku bunga, jatuhnya pendanaan ventura, yang kemudian menyebabkan jatuhnya modal mitra terbatas yang masuk ke dalam dana dan dana menjadi lebih pilih-pilih. Jadi butuh sedikit waktu untuk pulih,” terang dia.

Meskipun begitu, mitra pengelola pendiri Insignia Ventures Partners Yinglan Tan mengatakan, perusahaan teknologi perlu menunjukkan kepada investor jalur yang jelas dan layak untuk mencapai keuntungan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perbankan Antisipasi Kenaikan Kredit Macet Imbas Pencabutan Relaksasi Restrukturisasi Covid-19

Perbankan Antisipasi Kenaikan Kredit Macet Imbas Pencabutan Relaksasi Restrukturisasi Covid-19

Whats New
KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

KKP Tangkap Kapal Ikan Berbendera Rusia di Laut Arafura

Whats New
Defisit APBN Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran Dipatok 2,45 Persen-2,58 Persen

Defisit APBN Pertama Pemerintahan Prabowo-Gibran Dipatok 2,45 Persen-2,58 Persen

Whats New
Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

Whats New
Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Emiten Gas Industri SBMA Bakal Tebar Dividen Rp 1,1 Miliar

Whats New
Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Citi Indonesia Tunjuk Edwin Pribadi jadi Head of Citi Commercial Bank

Whats New
OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

OJK: Guru Harus Punya Pengetahuan tentang Edukasi Keuangan

Whats New
Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sekjen Anwar: Kemenaker Punya Tanggung Jawab Besar Persiapkan SDM Unggul dan Berdaya Saing

Whats New
Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja BUMN Viramakarya untuk Posisi di IKN, Ini Posisi dan Persyaratannya

Whats New
Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Soal Relaksasi HET Beras Premium, Dirut Bulog: Biasanya Sulit Dikembalikan...

Whats New
Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Potensi Pasar Geospasial di Indonesia

Whats New
OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin 'Student Loan' Khusus Mahasiswa S-1

OJK Minta Lembaga Keuangan Bikin "Student Loan" Khusus Mahasiswa S-1

Whats New
Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan kepada Pemerintahan Baru

Whats New
Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Citilink Buka Lowongan Kerja Pramugari untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya

Whats New
Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Kerangka Ekonomi Makro 2025: Pertumbuhan Ekonomi 5,1 - 5,5 Persen, Inflasi 1,5 - 3,5 Persen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com