Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kurangi Pelintasan Sebidang, Menhub Akan Bangun Jalur "Elevated"

Kompas.com - 18/01/2024, 17:31 WIB
Isna Rifka Sri Rahayu,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun jalur layang (elevated) kereta api di berbagai kota besar untuk meniadakan pelintasan sebidang.

Pasalnya, di pelintasan sebidang rawan terjadi kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan lain seperti yang sempat terjadi pada Minggu (14/1/2024) di tiga lokasi berbeda, yaitu KA Gaya Baru Malam Selatan di Klaten, Jawa Tengah; KA Wijayakusuma di Banyuwangi, Jawa Timur; dan KA Datuk Blambangan di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan jalur elevated kereta api ini dinilai sebagai solusi yang tepat untuk mengantisipasi kecelakaan kereta api.

Baca juga: Menhub Targetkan Pembangunan Jalur Ganda Cicalengka Rampung Mei 2024

"Kami berpikir bahwa yang paling aman itu adalah melakukan upaya elevated pada jalur kereta api di kota-kota besar, katakanlah di Bandung, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya seperti apa yang dilakukan di Jakarta," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Namun, pembangunan elevated ini membutuhkan biaya dan waktu yang lama. Upaya ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi kecelakaan kereta api.

"Elevated itu kita sebenarnya ada rencana membuat jalur pantai utara sebagai semi cepat. Kalau itu terjadi maka semua jalur itu elevated. Tapi mungkin kita dahului elevated di kota-kota besar. Tapi itu jangka panjang karena biayanya mahal," jelasnya.

Baca juga: Investigasi Kecelakaan Kereta Api, Menhub: Penyebabnya Kemungkinan Pelanggaran SOP

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menambahkan, saat ini pembangunan jalur elevated kereta api sudah mulai dibangun seperti di Simpang Joglo, Solo.

Selanjutnya, Kemenhub akan membangun jalur elevated kereta api di kota-kota lain namun dengan pertimbangan tertentu.

"Elevated jangka panjang, tapi kita melihatnya selektif yang kepadatannya tinggi dan harus diidentifikasi dulu," ungkap Adita pada kesempatan yang sama.

Baca juga: Menhub Ajak Perusahaan Pesawat Asal China untuk Berinvestasi di RI

Diberitakan sebelumnya, DJKA dalam menangani pelintasan sebidang telah melakukan penutupan pelintasan sebidang KA yang berdekatan (kurang dari 800 meter) dan/atau yang lebar jalannya kurang dari 2 meter.

Selain itu, DJKA memasang pagar sterilisasi jalur KA, program pembangunan fly over atau underpass; membangun jalan kolektor atau frontage road di sepanjang jalur KA atau jalan alternatif (manajemen lalu lintas).

Selanjutnya, ada program pengadaan pintu pelintasan, early warning system (EWS), dan pemasangan rambu, perbaikan perkerasan jalan (modular concreate LX/sintetis LX), pengembangan level crossing obstacle detection system, hingga program evaluasi pelintasan Jawa dan Sumatera serta sosialisasi, kampanye dan promosi keselamatan di pelintasan.

Baca juga: Menhub soal Tabrakan Kereta: Pelajaran yang Mahal

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

KKP Gandeng Kejagung untuk Kawal Implementasi Aturan Tata Kelola Lobster

KKP Gandeng Kejagung untuk Kawal Implementasi Aturan Tata Kelola Lobster

Whats New
Pengusaha Harap Putusan MK soal Pilpres Dapat Ciptakan Iklim Investasi Stabil

Pengusaha Harap Putusan MK soal Pilpres Dapat Ciptakan Iklim Investasi Stabil

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Akhir Sesi 23 April 2024

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Akhir Sesi 23 April 2024

Whats New
Rupiah Diramal Bisa Kembali Menguat di Bawah Rp 16.000 Tahun Ini

Rupiah Diramal Bisa Kembali Menguat di Bawah Rp 16.000 Tahun Ini

Whats New
Bagaimana Prospek IPO di Indonesia Tahun Ini Usai Pemilu?

Bagaimana Prospek IPO di Indonesia Tahun Ini Usai Pemilu?

Whats New
Harga Makanan Global Diperkirakan Turun, Konsumen Bakal Lega

Harga Makanan Global Diperkirakan Turun, Konsumen Bakal Lega

Whats New
Laba Bersih Astra Agro Lestari Turun 38,8 Persen, Soroti Dampak El Nino

Laba Bersih Astra Agro Lestari Turun 38,8 Persen, Soroti Dampak El Nino

Whats New
Naik, Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Batu Bara hingga Emas April 2024

Naik, Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Batu Bara hingga Emas April 2024

Whats New
Alasan Mandala Finance Tak Bagi Dividen untuk Tahun Buku 2023

Alasan Mandala Finance Tak Bagi Dividen untuk Tahun Buku 2023

Whats New
Efek Panjang Pandemi, Laba Bersih Mandala Finance Turun 35,78 Persen

Efek Panjang Pandemi, Laba Bersih Mandala Finance Turun 35,78 Persen

Whats New
Heboh soal Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Cek Ketentuannya

Heboh soal Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Cek Ketentuannya

Whats New
KB Bank Targetkan Penyelesaian Perbaikan Kualitas Aset Tahun Ini

KB Bank Targetkan Penyelesaian Perbaikan Kualitas Aset Tahun Ini

Whats New
Astra Agro Lestari Sepakati Pembagian Dividen Rp 165 Per Saham

Astra Agro Lestari Sepakati Pembagian Dividen Rp 165 Per Saham

Whats New
Ditopang Pertumbuhan Kredit, Sektor Perbankan Diprediksi Semakin Moncer

Ditopang Pertumbuhan Kredit, Sektor Perbankan Diprediksi Semakin Moncer

Whats New
Survei: 69 Persen Perusahaan Indonesia Tak Rekrut Pegawai Baru untuk Hindari PHK

Survei: 69 Persen Perusahaan Indonesia Tak Rekrut Pegawai Baru untuk Hindari PHK

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com