Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah IHSG Menguat Hari Ini? Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Kompas.com - 19/02/2024, 08:22 WIB
Kiki Safitri,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan melemah pada Senin (19/2/2024). Sebelumnya, IHSG pada penutupan Jumat (16/2/2024) berakhir di zona hijau pada level 7.335,54.

IHSG menguat 0,44 persen atau 32,2 poin. 

Founder WH Project William Hartanto mengatakan, hari ini IHSG berpotensi melemah. Dari sisi teknikal dan lainnya, IHSG masih bergerak uptrend, tetapi mewaspadai profit taking yang mungkin terjadi.

Baca juga: Lanjutkan Kenaikan, IHSG Akhiri Pekan Menguat ke Level 7.335

Ilustrasi investasi, mengelola keuangan.PIXABAY Ilustrasi investasi, mengelola keuangan.

“IHSG bisa saja mengalami pelemahan terbatas sambil menguji level 7.300 sebagai support baru,” kata William dalam analisisnya.

William mengatakan, IHSG bergerak dalam tren menguat di mana posisi candlestick berada di atas MA5 dan MA20, tetapi terlihat beberapa indikasi profit taking sejak euforia pilpres terjadi.

“Posisi candlestick IHSG bertahan di atas 7300 yang mana merupakan support baru yang sedang dibentuk,” tambahnya.

Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova mengungkapkan, IHSG membentuk candle doji pada hari Jumat dan masih ditutup di bawah 7.350 yang mengindikasikan bahwa IHSG cenderung akan memulai koreksi minor.

Baca juga: Bullish IHSG Berlanjut, Rupiah Koreksi

“IHSG berpeluang melemah menuju 7.200 sampai 7.250. Meski demikian adanya penembusan ke atas 7403 akan mengonfirmasi pembentukan wave (v) dengan potensi kenaikan di 7.503,” kata Ivan.

Level support IHSG berada di 7.200, 7.099 dan 7.021, sementara level resistennya di 7.403, 7.503 dan 7.606. Berdasarkan indikator MACD menandakan momentum bullish.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Ketentuan dan Cara Refund-Reschedule Tiket Damri

Whats New
Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang Laos dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Sopir Dinyatakan Tersangka, Rosalia Indah Akan Patuhi Proses Hukum

Whats New
PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

PLN Pastikan Keandalan Pembangkit EBT Buat Suplai Listrik Saat Libur Lebaran

Whats New
Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan Penyeberangan Sumatera-Jawa

Whats New
Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Urai Arus Balik di Bakauheni-Merak, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan Rute Panjang-Ciwandan

Whats New
BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

BPJPH Beri Sertifikat Halal Seumur Hidup ke Dunkin'

Whats New
Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis Akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Whats New
Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Whats New
Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Whats New
Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Whats New
Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum 'Terlaris'

Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum "Terlaris"

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com