Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BUMN Suka Jadi Sponsor Olahraga, Erick Thohir: Ini Apresiasi, Tanpa Paksaan

Kompas.com - 05/05/2024, 21:06 WIB
Yohana Artha Uly,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui perusahaan pelat merah sering menjadi sponsorship pada sektor olahraga. Menurutnya, pemberian sponsor itu bukanlah paksaan, melainkan apresiasi bagi sektor olahraga Indonesia.

"Tentu ini apresiasi, tanpa paksaan," ujar Erick saat ditemui di TMII, Jakarta, Minggu (5/5/2024).

Ia menuturkan, dana corporate social responsibility (CSR) BUMN selain memang difokuskan pada sektor pendidikan, lingkungan, dan UMKM, tapi juga untuk kegiatan kemasyarakatan seperti pertandingan olahraga.

Baca juga: Jaga Ketahanan Pangan, Erick Thohir Minta BUMN Amankan Bahan Baku Pupuk

"Kita membentuk CSR fokus di pendidikan, lingkungan dan UMKM. Tetapi saya juga mendorong para BUMN ini harus berkontribusi dengan sebuah event kemasyarakatan yaitu olahraga," katanya.

Adapun beberapa BUMN yang memberikan sponsor ke sektor olahraga, yakni PT PLN (Persero) menjadi sponsor olahraga voli. Kemudian ada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang menjadi sponsor olahraga badminton atau bulutangkis.

Lalu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Pegadaian menjadi sponsor olahraga bola. Selain itu, ada pula PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi sponsor olahraga basket dan golf.

Menurut Erick, pemberian sponsor itu sejalan dengan perkembangan sektor olahraga di Indonesia. Hal ini sekaligus mendukung branding BUMN di tengah tingginya antusias publik terhadap olahraga tersebut.

Baca juga: Stasiun Whoosh Karawang Belum Dibuka, Erick Thohir Ungkap Alasannya

"Seperti ada PLN ke voli, itu kenapa? Ya memang karena cocok PLN sama voli. Voli ini sebuah olahraga yang populer, yang digandrungi masyarakat menengah," kata dia.

"Lalu kenapa BNI ke bulutangkis? Ya memang BNI ini bank internasional kita, dan bulu tangkis kita memang sudah menggema di seluruh dunia," imbuh Erick.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com