Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Usai Rilis Logo Baru, Wamen BUMN Kasih Tugas Ini ke Bulog

Kompas.com - 23/05/2024, 12:00 WIB
Elsa Catriana,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu perusahaan pelat merah alias BUMN bidang pangan yakni Perum Bulog resmi meluncurkan logo baru pada puncak perayaan HUT Bulog Ke-57.

Apabila sebelumnya logo lama Bulog terdiri dari 2 warna yakni biru dan orange, pada logo Bulog yang baru kini terdiri dari warna biru prusia dan kuning. Kemudian pada logo baru Bulog juga dibubuhi kalimat "Mengantarkan Kebaikan".

Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, dengan logo baru itu diharapkan Bulog semakin kokoh untuk terlibat dalam rantai pasok pangan nasional utamanya dalam menyediakan pangan.

"Dalan perubahan logo Bulog kami harapkan mencerminkan kepercayaan pada Bulog, bagaimana Bulog menempatkan positioningnya sebagai food supply chain Indonesia, bagaimana meningaktkan budaya layanan excellent service, Bulog melayani masyarakat dan petani maupun konsumen," ujarnya dalam puncak perayaan HUT Bulog Ke-57 di Jakarta, Rabu (22/5/2024).

Baca juga: Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Tak hanya itu Tiko, sapaannya, juga berharap Bulog bisa mendorong kesejahteraan masyarakat baik bagi konsumen maupun petani.

"Saya mendukung sepenuhnya transformasi Bulig, saya titip transformasi ini benar-benar berjalan secara bottom-up mulai dari kompetensi, businnes process, risk management harua diperbaiki secara menyeluruh," katanya.

Di sisi lain Tiko juga meminta agar Bulog bisa menyeimbangkan antara penugasan dari pemerintah untuk menstabilkan harga dengan mengembangkan bisnis komersialnya.

Baca juga: Bos Bulog Sebut Hanya Sedikit Petani yang Manfaatkan Jemput Gabah Beras, Ini Sebabnya

 


Sebagai informasi, tak hanya menjalankan penugasan pemerintah dalam stabilisasi harga pangan, Bulog juga menjual produk secara komersial, dan juga memiliki bisnis komersial lainnya.

Untuk produk beras misalnya, tak hanya menyalurkan cadangan beras pemerintah (CBP), Bulog juga menjual beras komersial seperti beras dengan merek Nanas Madu, Besita, Fortivit, dan Lereng Ijen.

Tiko berharap, bisnis-bisnis komersial yang dijalankan Bulog bisa bersaing dengan kompetitor lain baik skala nasional maupun global.

“Kita ingin bisnis Bulog di supply chain, dalam food ecosystem bisa semakin baik, dan bisa bersaing dengan pemain-pemain global yang serupa di Indonesia maupun di luar negeri,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Menteri PPN Sebut Masih Ada Pejabat Eselon I Terima Bansos

Menteri PPN Sebut Masih Ada Pejabat Eselon I Terima Bansos

Whats New
Saham Bank-bank Besar Terkoreksi, OJK: Lumrah dan Sejalan dengan Mekanisme Pasar

Saham Bank-bank Besar Terkoreksi, OJK: Lumrah dan Sejalan dengan Mekanisme Pasar

Whats New
E-commerce Makin Ngetren, Ini Wujud Transformasi Perusahaan Jasa Logistik

E-commerce Makin Ngetren, Ini Wujud Transformasi Perusahaan Jasa Logistik

Whats New
Emiten Kertas TKIM Bakal Tebar Dividen Rp 77,8 Miliar

Emiten Kertas TKIM Bakal Tebar Dividen Rp 77,8 Miliar

Whats New
Kembangkan Energi Bersih, Pertamina NRE Siapkan Investasi 6,2 Miliar Dollar AS pada 2029

Kembangkan Energi Bersih, Pertamina NRE Siapkan Investasi 6,2 Miliar Dollar AS pada 2029

Whats New
Link Cek Hasil Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan 2024

Link Cek Hasil Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan 2024

Whats New
INKP Bakal Tebar Dividen Rp 273,5 Miliar

INKP Bakal Tebar Dividen Rp 273,5 Miliar

Whats New
AI Jadi 'Sephia' di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

AI Jadi "Sephia" di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

Whats New
P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

Whats New
Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Whats New
PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

Whats New
Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku 'Micromanagement'

Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku "Micromanagement"

Work Smart
Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Whats New
Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Whats New
Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com