Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Untung ataupun Rugi, Banyak Perusahaan Bakal Lakukan PHK Massal Tahun Ini

Kompas.com - 19/02/2024, 13:13 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

NEW YORK, KOMPAS.com - Perusahaan Amerika Serikat (AS) bakal serius untuk melakukan pemangkasan biaya operasional tahun ini.

Para eksekutif di beberapa sektor telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan rencana lain untuk memangkas pengeluaran.

Efisiensi ini tak hanya dilakukan perusahaan yang merugi, tetapi juga yang mendapatkan keuntungan.

Beberapa perusahaan yang telah mengumumkan PHK dalam beberapa pekan terakhir adalah Mattel, Paypal, Cisco, Nike, Estee Lauder, dan Levi Strauss.

Baca juga: Nike akan PHK 2 Persen Karyawan

Perusahaan mendapat tekanan dari investor untuk menyesuaikan diri dengan permintaan konsumen. Pasalnya, permintaan kosumen telah kembali pada pola yang konservatif, bahkan cenderung melemah.

Kepala ekonom Ernst Young (EY) Gregory Daco mengatakan, beberapa tahun lalu perusahaan bisa membebankan biaya tinggi pada pelanggan yang belanja dengan royal. Namun, daya tawar perusahaan untuk membentuk harga telah berkurang.

Dengan begitu, banyak pimpinan perusahaan mencari cara lain untuk mengelola keuangannya.

"Anda berada dalam lingkungan ketika biaya menjadi masalahbagi konsumen dan pemimpin bisnis. Biaya apa pun itu sudah jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi, baik peralatan, tenaga kerja, bahkan suku bunga," ujar dia, dikutip dari CNBC, Senin (19/2/2024).

Baca juga: Bank Terbesar Keempat di Australia Ini Lakukan PHK Massal

Sebagai informasi, pada Januari saja perusahaan di Amerika Serikat telah mengumumkan 82.307 PHK. Jumlah ini dua kali lipat dibandingkan PHK pada Desember 2023.

Namun demikian, jumlah ini masih turun 20 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada musim laporan keuangan ini, hasil yang diperoleh menunjukkan perusahaan-perusahaan telah fokus untuk mendorong laba lebih tinggi, tanpa adanya kenaikan harga dan pertumbuhan penjualan yang besar.

Baca juga: Blackberry Berencana PHK 200 Karyawan, Apa Sebabnya?

Meskipun dorongan perusahaan untuk meraih keuntungan lebih tinggi bukanlah hal baru, mereka telah menjadikan peningkatan laba sebagai prioritas tahun ini.

Pakar industri telah mencatat beberapa pemotongan yang dilakukan baru-baru ini dilakukan agar perusahaan bisa bernapas lega dan mencermati cara mereka beroperasi.

Itu dilakukan setelah rentang waktu empat tahun pandemi dan dampak buruknya.

Baca juga: Induk Perusahaan Snapchat Lakukan PHK Massal


Sementara, analis ritel Fintch Ratings David Silverman mengungkapkan, perusahaan mengalami tantangan karena pertumbuhan penjualan melambat, bahkan menurun.

Lembaga pemeringkat kredit Fitch tidak memperkirakan perekonomian AS akan jatuh ke dalam resesi, tetapi lembaga tersebut mengantisipasi berlanjutnya penurunan belanja diskresioner.

“Sebagian dari keputusan perusahaan untuk menurunkan struktur pengeluaran mereka sejalan dengan pandangan mereka, 2024 mungkin bukan tahun yang fantastis dari sudut pandang pertumbuhan pendapatan,” tandas David.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Malaysia Mulai Pangkas Subsidi Solar, Hemat Rp 12,7 Triliun Setahun

Malaysia Mulai Pangkas Subsidi Solar, Hemat Rp 12,7 Triliun Setahun

Whats New
63 Persen Gen Z Sebut Lebih Penting Bawa Smartphone Ketimbang Dompet, Berikut Alasannya

63 Persen Gen Z Sebut Lebih Penting Bawa Smartphone Ketimbang Dompet, Berikut Alasannya

BrandzView
Harga Bitcoin Intip Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Harga Bitcoin Intip Level Tertinggi Sepanjang Sejarah

Whats New
Emiten Ritel RANC Absen Bagi Dividen, Ini Sebabnya

Emiten Ritel RANC Absen Bagi Dividen, Ini Sebabnya

Whats New
Dukung Ekosistem Urban Terintegrasi, Bank Mandiri Perkuat Kemitraan dengan Lippo Group

Dukung Ekosistem Urban Terintegrasi, Bank Mandiri Perkuat Kemitraan dengan Lippo Group

Whats New
OJK: Proses Merger Bank MNC dan Nobu Masih Lanjut, Saat Ini Tahap 'Cross Ownership'

OJK: Proses Merger Bank MNC dan Nobu Masih Lanjut, Saat Ini Tahap "Cross Ownership"

Whats New
Kondisi Perekonomian Global Membaik, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6,25 Persen

Kondisi Perekonomian Global Membaik, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 6,25 Persen

Whats New
Indonesia Mampu Menghasilkan Karet Lebih Besar daripada Amerika Serikat

Indonesia Mampu Menghasilkan Karet Lebih Besar daripada Amerika Serikat

Whats New
Citi Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 665,9 Miliar pada Kuartal I-2024

Citi Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 665,9 Miliar pada Kuartal I-2024

Whats New
Perkebunan Karet Besar di Indonesia Banyak Dijumpai di Mana?

Perkebunan Karet Besar di Indonesia Banyak Dijumpai di Mana?

Whats New
Hampir 10 Juta Gen Z Nganggur, Menyingkap Sisi Gelap Generasi Z

Hampir 10 Juta Gen Z Nganggur, Menyingkap Sisi Gelap Generasi Z

Whats New
Ada Relaksasi Aturan Impor, Menkop Berharap Bisnis UMKM Tidak Terganggu

Ada Relaksasi Aturan Impor, Menkop Berharap Bisnis UMKM Tidak Terganggu

Whats New
Pesawat SQ321 Alami Turbulensi, Ini Kata CEO Singapore Airlines

Pesawat SQ321 Alami Turbulensi, Ini Kata CEO Singapore Airlines

Whats New
10 Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia

10 Daerah Penghasil Karet Terbesar di Indonesia

Whats New
5 Dekade Hubungan Indonesia-Korsel, Kerja Sama Industri, Perdagangan, dan Transisi Energi Meningkat

5 Dekade Hubungan Indonesia-Korsel, Kerja Sama Industri, Perdagangan, dan Transisi Energi Meningkat

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com