Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sony PHK 900 Karyawan di Unit PlayStation

Kompas.com - 28/02/2024, 11:30 WIB
Yohana Artha Uly,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Sumber CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com - Perusahaan elektronik asal Jepang, Sony melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 900 karyawannya di unit PlayStation. Jumlah tersebut mencapai 8 persen dari total karyawan globalnya.

Mengutip CNBC, Rabu (28/2/2024), Sony Interactive Entertainment, anak usaha yang mengelola PlayStation, menyatakan pengurangan jumlah karyawan dilakukan dengan pertimbangan yang cermat selama beberapa bulan terakhir.

"Setelah pertimbangan yang cermat dan banyak diskusi kepemimpinan selama beberapa bulan, sudah jelas bahwa perubahan perlu dilakukan untuk terus mengembangkan bisnis dan mengembangkan perusahaan," ungkap CEO Sony Interactive Entertainment Jim Ryan dalam email kepada karyawannya, yang dirilis secara publik oleh perusahaan.

Baca juga: Sony Pangkas Proyeksi Penjualan PlayStation 5, Apa Sebabnya?

PHK massal tersebut pun akan berdampak kepada beberapa studio PlayStation. Salah satunya adalah keputusan menutup studio PlayStation di London, Inggris.

Raksasa gim elektronik asal Jepang ini pun telah memangkas proyeksi penjualan konsol PlayStation 5 andalan mereka akibat menurunnya permintaan.

Sony memangkas proyeksi penjualannya PlayStation 5 menjadi sebanyak 21 juta unit hingga akhir Maret 2024, dari sebelumnya optimistis bisa menjual 25 juta unit.

Saham perusahaan pun anjlok tajam setelah pengumuman pemangkasan proyeksi penjualan tersebut.

Baca juga: Agen Perjalanan Online Expedia Group Bakal PHK 1.500 Karyawan

Adapun keputusan PHK yang dilakukan Sony menambah tren pengurangan pekerja yang terjadi di industri teknologi.

Pada Januari 2024, Microsoft memberhentikan sekitar 9 persen pekerjanya di unit gim setelah mengakuisisi Activision Blizzard. Selain itu, di awal Februari 2024, Cisco dan DocuSign juga mengumumkan rencana memangkas tenaga kerja sebagai bagian dari restrukturisasi.


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber CNBC
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com