Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Kantongi Izin NPPBKC dari Bea Cukai, PT Putra Hero Gama Kini Bisa Salurkan Minuman Beralkohol

Kompas.com - 05/03/2024, 12:27 WIB
Nethania Simanjuntak,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Putra Hero Gama resmi mendapatkan izin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) dari Bea Cukai Yogyakarta pada 19 Februari 2024. Perusahaan ini merupakan penyalur minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman beralkohol pertama di Yogyakarta yang mendapatkan izin tersebut.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Yogyakarta Riri Riani menjelaskan, MMEA merupakan salah satu barang kena cukai yang peredarannya harus diawasi dan perlu adanya beban pungutan negara untuk keadilan dan keseimbangan.

“Untuk itu, setiap perusahaan yang akan menjalankan kegiatan di bidang cukai MMEA, seperti pengusaha pabrik, importir, penyalur, dan pengusaha tempat penjualan eceran, wajib memiliki izin berupa NPPBKC,” ujar Riri dalam keterangan persnya, Selasa (5/3/2024).

Untuk mendapatkan NPPBKC, pengusaha barang kena cukai dapat mengajukan permohonan pemeriksaan lokasi ke kantor pelayanan dan pengawasan Bea Cukai yang mengawasi. Kemudian, petugas akan melakukan pemeriksaan lokasi maksimal lima hari kerja dan membuat berita acara pemeriksaan lokasi yang berlaku tiga bulan.

Baca juga: Dukung Industri Rokok, Bea Cukai Layani NPPBKC untuk 2 Perusahaan di Jember

Setelah itu, perusahaan mengajukan permohonan NPPBKC dan Kantor Bea Cukai akan melakukan penelitian dalam tiga hari kerja. Lalu, kepala kantor memberikan keputusan persetujuan atau penolakan.

"Begitu pula dengan PT Putra Hero Gama. Sebelum mendapatkan NPPBKC, terlebih dahulu perusahaan mengajukan surat permohonan pemeriksaan lokasi. Bea Cukai Yogyakarta pun melaksanakan pemeriksaan lokasi pada 25 Januari 2024," ujar Riri.

Perlu diketahui, pada 15 Februari 2024, pihak perusahaan PT Putra Hero Gama berkesempatan memaparkan proses bisnis perusahaan terkait aktivitas bidang cukai di Kantor Bea Cukai Yogyakarta.

Dari hasil pemeriksaan dan pemaparan tersebut, Bea Cukai Yogyakarta memutuskan PT Putra Hero Gama memenuhi syarat sebagai Penyalur MMEA golongan A, B, dan C sejak 19 Februari 2024.

Baca juga: Gagalkan Perdagangan Rokok Ilegal, Bea Cukai Langsa Cegah Kerugian Negara hingga Rp 1 Miliar

Adapun penyaluran produk-produk beralkohol diatur dalam undang-undang (UU), yakni tepatnya UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Disebutkan bahwa ada tiga jenis barang yang kena cukai secara umum, yakni etil alkohol, MMEA atau minuman beralkohol, serta hasil tembakau.

Sementara itu, MMEA merupakan semua jenis minuman yang mengandung etil alkohol (EA) yang dihasilkan dengan cara peragian, penyulingan, atau cara lainnya, salah satu contohnya, bir, shandy, anggur, gin, whiskey, dan sejenisnya.

Terdapat tiga golongan MMEA, yaitu, golongan A yang memiliki MMEA dengan kadar EA sampai dengan 5 persen, golongan B dengan kandungan EA 5 persen sampai dengan 20 persen, serta golongan C dengan kadar EA lebih dari 20 persen.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang


Terkini Lainnya

Setelah Akuisisi, Mandala Finance Masih Fokus ke Bisnis Kendaraan Roda Dua

Setelah Akuisisi, Mandala Finance Masih Fokus ke Bisnis Kendaraan Roda Dua

Whats New
KKP Gandeng Kejagung untuk Kawal Implementasi Aturan Tata Kelola Lobster

KKP Gandeng Kejagung untuk Kawal Implementasi Aturan Tata Kelola Lobster

Whats New
Pengusaha Harap Putusan MK soal Pilpres Dapat Ciptakan Iklim Investasi Stabil

Pengusaha Harap Putusan MK soal Pilpres Dapat Ciptakan Iklim Investasi Stabil

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Akhir Sesi 23 April 2024

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Akhir Sesi 23 April 2024

Whats New
Rupiah Diramal Bisa Kembali Menguat di Bawah Rp 16.000 Tahun Ini

Rupiah Diramal Bisa Kembali Menguat di Bawah Rp 16.000 Tahun Ini

Whats New
Bagaimana Prospek IPO di Indonesia Tahun Ini Usai Pemilu?

Bagaimana Prospek IPO di Indonesia Tahun Ini Usai Pemilu?

Whats New
Harga Makanan Global Diperkirakan Turun, Konsumen Bakal Lega

Harga Makanan Global Diperkirakan Turun, Konsumen Bakal Lega

Whats New
Laba Bersih Astra Agro Lestari Turun 38,8 Persen, Soroti Dampak El Nino

Laba Bersih Astra Agro Lestari Turun 38,8 Persen, Soroti Dampak El Nino

Whats New
Naik, Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Batu Bara hingga Emas April 2024

Naik, Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Batu Bara hingga Emas April 2024

Whats New
Alasan Mandala Finance Tak Bagi Dividen untuk Tahun Buku 2023

Alasan Mandala Finance Tak Bagi Dividen untuk Tahun Buku 2023

Whats New
Efek Panjang Pandemi, Laba Bersih Mandala Finance Turun 35,78 Persen

Efek Panjang Pandemi, Laba Bersih Mandala Finance Turun 35,78 Persen

Whats New
Heboh soal Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Cek Ketentuannya

Heboh soal Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Cek Ketentuannya

Whats New
KB Bank Targetkan Penyelesaian Perbaikan Kualitas Aset Tahun Ini

KB Bank Targetkan Penyelesaian Perbaikan Kualitas Aset Tahun Ini

Whats New
Astra Agro Lestari Sepakati Pembagian Dividen Rp 165 Per Saham

Astra Agro Lestari Sepakati Pembagian Dividen Rp 165 Per Saham

Whats New
Ditopang Pertumbuhan Kredit, Sektor Perbankan Diprediksi Semakin Moncer

Ditopang Pertumbuhan Kredit, Sektor Perbankan Diprediksi Semakin Moncer

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com