Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
RILIS BIZ

Bantu Organisasi Makin Efisien di Era Digital, Platform Digital SoFund Kembangkan Fitur Andal

Kompas.com - 22/05/2024, 20:47 WIB
Yakob Arfin Tyas Sasongko,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perkembangan teknologi serta inovasi digital yang kian maju semakin memudahkan manusia dalam berbagai bidang kehidupan.

Berkat teknologi, segala hal kini kian praktis dan mudah, mulai dari belanja, mengakses informasi, hiburan, transaksi perbankan, hingga investasi.

Tidak hanya itu, inovasi digital juga berdampak baik terhadap pengelolaan organisasi serta keanggotaan (membership).

Selama ini, keanggotaan organisasi ataupun asosiasi dikelola secara konvensional. Namun sayang, pencatatan seperti ini berisiko memicu permasalahan. Misalnya, ketidaksesuaian data serta data ganda.

Baca juga: Harga Murah Bikin Pembangkit Terbarukan Berbasis Komunitas Sukses

Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi untuk menciptakan ekosistem kelembagaan yang efisien.

Merepsons persoalan tersebut, plaftorm digital SoFund menghadirkan solusi inovasi bagi organisasi guna memudahkan pendataan keanggotaan.

Chief Executive Officer SoFund Marcell Stephano mengatakan, di tengah inovasi teknologi yang kian maju, tak sedikit organisasi di Tanah Air yang belum dapat memanfaatkan digitalisasi secara optimal.

"(Sebagai platform digital), SoFund hadir menawarkan solusi lewat fitur-fitur mumpuni yang dapat meningkatkan kualitas organisasi. Terutama, dalam pengelolaan keanggotaan," ujar Marcell dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (22/5/2024).

Baca juga: Komunitas Lepas Keberangkatan Gus Paox Iben Touring ke Berlin

Marcell menjelaskan, SoFund memberikan pelayanan kepada organisasi dalam mengatasi pemasalahan database digital keanggotaan.

Hal itu diwujudkan lewat aplikasi digital bernama SoFund. Dalam tahapan pengembangan, SoFund merancangs sejumlah fitur andal, mulai dari Kartuku, Iuran, News, hingga Advertising.

Adapun fitur-fitur tersebut merupakan bagian dari tahapan pengembangan SoFund untuk stage 1 dan 2.

Marcell pun memberikan contoh organisasi yang kini telah bermitra dengan SoFund, yakni organisasi ketenagakerjaan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Baca juga: Mengenal Urban Hiking Semarang, Komunitas Pejalan Kaki yang Hobi Menanjaki Perkampungan

Selama ini, pengelolaan keanggotaan organisasi tersebut masih dilakukan secara konvensional. Dengan menjadi mitra SoFund, organisiasi dapat dengan mudah mendigitalisasi database anggota.

"Lewat fitur-fitur SoFund, organisasi diharapkan makin berkualitas dan berdaya di era digital dengan pengelolaan anggota secara digital yang lebih sistematis," terangnya.

Seperti halnya kegiatan organisasi secara luring, lewat SoFund, aktivitas iuran juga dapat dilakukan secara daring. Hal ini membuat pencatatan keuangan jadi efisien.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

INKP Bakal Tebar Dividen Rp 273,5 Miliar

INKP Bakal Tebar Dividen Rp 273,5 Miliar

Whats New
AI Jadi 'Sephia' di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

AI Jadi "Sephia" di Tempat Kerja: Benci tapi Rindu

Whats New
P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

P2MI: Masyarakat Jangan Lagi Termakan Pesan Berantai soal Daftar Makanan dan Bumbu Masak Tidak Halal

Whats New
Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Strategi Pupuk Indonesia Tingkatkan Penyerapan Pupuk Bersubsidi

Whats New
PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

PYFA Resmi Akuisisi 100 Persen Saham Perusahaan Farmasi Australia

Whats New
Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku 'Micromanagement'

Waspada, Ini 15 Ciri-ciri Atasan Pelaku "Micromanagement"

Work Smart
Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Gandeng Baznas, Mitratel Salurkan Hewan Kurban ke Wilayah Terluar Indonesia

Whats New
Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Pemerintah Bangun Pipa Gas Bumi Cirebon-Semarang II Senilai Rp 3 Triliun

Whats New
Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Rupiah Melemah Lagi di Atas 16.400, Simak Kurs Dollar AS di 5 Bank Besar Indonesia

Whats New
Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Bea Cukai Tahan Ribuan Kontainer, ERP Jadi Solusi Tepat bagi Importir

Whats New
PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

PLN IP Pakai Limbah Uang Kertas Jadi Bahan Bakar PLTU Bengkayang

Whats New
Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Ini 5 Bandara dengan Trafik Tertinggi Saat Penerbangan Haji 2024

Whats New
Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Bos Pupuk: 56 Persen Petani yang Terdaftar di e-RDKK Belum Menebus Pupuk Subsidi

Whats New
Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Satu Data Perkebunan, Strategi Kunci Capai Perkebunan yang Berkelanjutan

Whats New
Usai Cetak Rekor 'Marketing Sales' pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Usai Cetak Rekor "Marketing Sales" pada 2023, CTRA Bakal Tebar Dividen Rp 389 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com