Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Luhut Percaya Diri Indonesia Lebih Siap Atasi Omicron, Ini Alasannya

Kompas.com - 03/01/2022, 14:32 WIB
Ade Miranti Karunia,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator Penanganan PPKM wilayah Jawa dan Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, tingkat kasus kematian akibat virus Covid-19 varian baru Omicron hingga kini belum ditemukan,

"Dua hari berselang, kasus kematian tidak ada dalam kasus Covid-19 (varian Omicron) ini, mulai tanggal 26 (Desember) dan tanggal 2 (Januari). Jadi, zero death," katanya dalam keterangan pers hasil Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/1/2022).

Baca juga: Eks Bos Bukalapak Rachmat Kaimuddin Direkrut Luhut Gabung Kemenko Marves

Nol kasus kematian

Masih nol kasus kematian virus varian Omicron, mantan Jenderal Kopassus ini percaya diri bahwa pemerintah lebih siap menghadapi serta mengatasi virus varian dari Covid-19 yang bermutasi.

Dibandingkan, kejadian pada pertengahan Juni 2021, angka kasus Covid-19 varian Delta yang mencapai 50.000 per harinya.

Baca juga: Kaleidoskop 2021, Catatan Aksi Luhut Atasi Delta-Omicron: PPKM Darurat, Kontroversi PCR hingga Lockdown Wisma Atlet

RS dan obat-obatan lebih siap

Malah kata Luhut, kapasitas rumah sakit beserta fasilitas dan obat-obatannya telah disiapkan sejak dini.

Sehingga tidak lagi menimbulkan kepanikan mengatasi dan menampung para pasien pada pertengahan tahun lalu.

"Dilaporkan bahwa kesiapan kita menghadapi Omicron ini sudah sangat terkendali tetapi tetap dengan kehati-hatian. Mulai dari vaksinasi terus digencarkan. Kemudian, obat dan rumah sakit telah disiapkan. Semua yang dibutuhkan untuk itu kita sudah siapkan. Jadi, jauh lebih siap dari kejadian pada Juni tahun lalu," kata Luhut.

Baca juga: Omicron Goyahkan Optimisme Pandemi jadi Endemi di Tahun Depan

Kasus Omicron di Indonesia masih rendah

Luhut bilang, sampai sekarang, posisi kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia masih rendah dibandingkan negara-negara lain seperti India, Amerika Serikat, maupun Inggris.

"Mengenai Omicron sudah berkembang di 132 negara, kita masuk ranking 40. Jadi, jumlah kasus Omicron di Indonesia sudah 152 dan yang sudah sembuh ada 23 persen dari 152. Angka ini memang masih kita lihat cukup baik dibandingkan (negara) yang lain," sebutnya.

"Kenapa kita lebih bagus dari negara lain, katakanlah India yang sama sekarang juga mengalami Omicron, saya ingin sampaikan dari pengamatan kami, lebih disiplin pemakaian masker misalnya. Dibandingkan dengan Negara Amerika dan Inggris," lanjut Luhut.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com