BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI)

5 Cara Meningkatkan Omzet UMKM yang Perlu Diketahui

Kompas.com - 21/10/2022, 09:05 WIB
Nada Zeitalini Arani,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - Saat memutuskan menjalankan bisnis, baik skala kecil maupun besar, seorang pelaku usaha tidak bisa hanya berpatokan pada margin keuntungan yang besar. Pasalnya, hal tersebut tidak menjamin keberlanjutan pada suatu usaha.

Patokan margin keuntungan besar justru bisa membuat omzet penjualan menjadi kecil. Alhasil, usaha tidak berlangsung lama karena penjualan tidak maksimal dan perputaran modal tidak lancar.

Daripada memikirkan margin keuntungan, pengusaha, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), bisa mengalihkan perhatian pada cara meningkatkan omzet penjualan.

Kompas.com merangkumkan 5 cara meningkatkan omzet yang bisa diaplikasikan pelaku usaha.

1. Tingkatkan kualitas produk

Cara pertama yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kualitas produk. Selain berpengaruh pada integritas jenama atau brand, kualitas produk juga memengaruhi angka penjualan.

Sebagai contoh, bila pelaku UMKM menjalankan bisnis fesyen, lakukan peningkatan kualitas pada bahan dan jahitan. Kemudian, lakukan inovasi produk dengan mengikuti tren fesyen terkini, tapi tetap mempertahankan identitas brand.

Demikian pula jika pelaku UMKM bergerak di bidang kuliner. Jangan berhenti meningkatkan kualitas produk dan berinovasi agar konsumen tetap loyal dan bisa menjaring konsumen baru.

2. Perkuat brand image

Branding merupakan pencitraan identitas merek agar produk yang dimiliki menarik dan melekat di benak konsumen. Dengan kata lain, branding adalah bentuk komunikasi pemilik usaha dalam mengenalkan merek dan produk kepada konsumen sasaran.

Branding yang baik bukan sekadar pengenalan, melainkan memberi nilai dan citra positif dari merek usaha. Dengan demikian, kepercayaan konsumen terhadap merek akan terbangun. Sebab, saat brand image sudah terbentuk, pelaku usaha akan mudah menjual produk.

Salah satu cara untuk memperkuat brand image adalah mengomunikasikan nilai-nilai yang dianut brand, seperti “ramah lingkungan”, “menggunakan bahan organik”, dan “ikut memberdayakan masyarakat sekitar”.

Bisa pula dengan mengasosiasikan brand dengan hal-hal positif, seperti kenyamanan, kegembiraan, kepercayaan diri, dan kehangatan. Cara ini bisa membangun persepsi brand di mata konsumen.

Baca juga: Cara Meningkatkan Omzet UMKM Selama Pandemi Covid-19

Hal terpenting dalam penguatan brand image adalah membangun ikatan mendalam dengan konsumen. Hal ini bisa didapat dengan melakukan branding secara kontinu.

Bila sudah terbangun, konsumen akan melakukan pembelian secara kontinu, bahkan merekomendasikan produk pelaku usaha kepada kerabat dan teman-temannya.

3. Lakukan digital marketing

Jika branding mengenalkan citra positif merek, lain lagi dengan marketing. Marketing berarti mengenalkan dan memasarkan produk.

Di era digital, pelaku UMKM dapat memanfaatkan ekosistem digital untuk melakukan marketing. Digital marketing bisa dilakukan dengan memaksimalkan media sosial (medsos), seperti Instagram, Facebook, TikTok, Twitter, dan YouTube.

Di medsos itu, pelaku usaha bisa memasarkan produk melalui fitur-fitur yang tersedia. Pelaku usaha dapat membuat konten digital marketing berupa gambar atau video. Jenisnya pun bisa berupa hard sell atau soft sell.

Agar digital marketing efektif, kombinasikan konten hard sell dan soft sell. Sesuaikan pula konten dengan target pasar yang dituju.

Selain medsos, pelaku UMKM juga bisa melakukan digital marketing melalui berbagai platform marketplace.

4. Berikan penawaran menarik

Cara lain yang tak kalah penting untuk menaikkan omzet adalah memberikan penawaran menarik. Salah satu penawaran menarik yang umum diberikan adalah potongan harga atau diskon.

Selain diskon, pelaku UMKM bisa pula memberikan promosi berupa "beli 2 gratis 1" dan voucer bebas ongkos kirim. Berikan penawaran menarik ini pada momen-momen tertentu, seperti festival belanja online bulanan, Ramadhan, Idul Fitri, dan ulang tahun merek.

Dengan demikian, konsumen semakin tertarik untuk membeli sekaligus brand juga ikut terangkat. Hal ini dapat meningkatkan omzet.

5. Tingkatkan layanan konsumen

Pelayanan terbaik juga menjadi kunci mendapatkan loyalitas konsumen. Terlebih, dengan jumlah pesaing atau kompetitor yang semakin banyak.

Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu memperhatikan cara pelayanan terhadap konsumen. Sebagai contoh, pelaku UMKM dapat berkomunikasi secara ramah saat konsumen menanyakan produk.

Kemudian, beri pelayanan cepat saat produk sudah dibeli tanpa menghilangkan prinsip ketelitian. Selanjutnya, pelaku UMKM juga bisa menambahkan pelayanan lain yang menjadi nilai tambah bagi konsumen.

Itulah lima cara yang dapat digunakan pelaku UMKM untuk meningkatkan omzet. Selain lima cara tersebut, pelaku usaha bisa pula mengikuti berbagai pelatihan bisnis dari sejumlah instansi guna mengembangkan bisnis, salah satunya oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

BRI memiliki perhatian serius terhadap sektor UMKM yang dibuktikan melalui sejumlah program, seperti Pesta Rakyat Simpedes (PRS) 2022 yang kali ini diadakan di Makassar, Sulawesi Utara, Jumat (21/10/2022) hingga Minggu (23/10/2022).

Pesta Rakyat Simpedes (PRS) 2022 oleh BRI kembali digelar di Makassar, Sulawesi Utara (Dok. BRI)BRI Pesta Rakyat Simpedes (PRS) 2022 oleh BRI kembali digelar di Makassar, Sulawesi Utara (Dok. BRI)

Kegiatan yang mengangkat tema “Pede Memimpin Perubahan” tersebut bertujuan mengajak seluruh pelaku UMKM di Indonesia untuk lebih percaya diri dalam berinovasi. Dengan demikian, dapat membawa perubahan positif bagi perekonomian Indonesia.

Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan bahwa BRI melalui PRS 2022 hadir untuk mengedukasi digitalisasi finansial, meningkatkan literasi keuangan, pemberdayaan UMKM, serta memberikan layanan yang utuh kepada seluruh nasabah tabungan BRI Simpedes.

Baca juga: Sukses Gelar PRS 2022 di Kota Semarang, BRI Dukung Pelaku UMKM agar Makin Berdaya Saing

“PRS akan menyapa masyarakat dengan menghadirkan layanan keuangan, kesehatan, pesta kuliner, dan workshop UMKM kreatif bisnis. Selain itu, acara juga diisi dengan panggung hiburan yang diisi oleh penyanyi dan sederet komika Tanah Air,” ujar Supari.

Berbagai kegiatan bermanfaat dan seru disajikan berdasarkan enam pilar PRS. Pertama, Pasar yang menampilkan berbagai produk terbaik dari 110 UMKM binaan BRI.

Kedua, Panen. Pilar ini menyuguhkan ragam hadiah istimewa yang dapat dimenangkan para pengunjung. Ketiga, Pojok X’SIS yang terdiri dari selfie booth, taman bermain, dan games. Keempat, Peduli yang terdiri dari kegiatan kesehatan, yakni pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan peduli gaya.

Kelima, Pawai yang merupakan penampilan karnaval budaya dan kesenian. Keenam, Panggung yang dimeriahkan oleh artis ternama Indonesia dan musisi lokal.

Melalui PRS 2022 di Makassar, BRI juga melakukan kegiatan literasi digital di sepuluh pasar tradisional, yakni Pasar Minasa Maupa, Pasar Niaga Daya, Pasar Makassar Mall, Pasar Maricaya, dan Pasar Terong.

Kemudian, Pasar Kalimbu, Pasar Pannampu, Pasar Pabaeng-Baeng Timur, Pasar Pabaeng-Baeng Barat, dan Pasar Panakukang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (16/10/2022) hingga Kamis (20/10/2022) pukul 07.00 sampai 13.00 WITA.

Sebagai informasi, untuk memasuki area PRS, pengunjung perlu memindai kode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui aplikasi BRImo untuk membayar tiket masuk seharga Rp 1. Para pengunjung juga diwajibkan menggunakan sistem pembayaran digital (cashless) di seluruh stan UMKM selama acara berlangsung.

Hal tersebut diharapkan dapat mendorong para pengunjung bertransaksi secara digital, memudahkan proses transaksi nontunai, mengedukasi masyarakat, dan mengurangi penggunaan uang fisik.

Untuk informasi secara lengkap mengenai penyelenggaraan Pesta Rakyat Simpedes 2022 dapat diakses melalui http://s.id/PRS2022.


Terkini Lainnya

Kinerjanya Banyak Dikeluhkan di Medsos, Berapa Gaji PNS Bea Cukai?

Kinerjanya Banyak Dikeluhkan di Medsos, Berapa Gaji PNS Bea Cukai?

Work Smart
Kemenhub Cabut Status 17 Bandara Internasional, Ini Alasannya

Kemenhub Cabut Status 17 Bandara Internasional, Ini Alasannya

Whats New
Kinerja Pegawai Bea Cukai 'Dirujak' Netizen, Ini Respon Sri Mulyani

Kinerja Pegawai Bea Cukai "Dirujak" Netizen, Ini Respon Sri Mulyani

Whats New
Pembatasan Impor Barang Elektronik Dinilai Bisa Dorong Pemasok Buka Pabrik di RI

Pembatasan Impor Barang Elektronik Dinilai Bisa Dorong Pemasok Buka Pabrik di RI

Whats New
Sukuk Wakaf Ritel adalah Apa? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

Sukuk Wakaf Ritel adalah Apa? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

Work Smart
Viral Mainan 'Influencer' Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Viral Mainan "Influencer" Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

Spend Smart
Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Investasi Aman, Apa Perbedaan SBSN dan SUN?

Investasi Aman, Apa Perbedaan SBSN dan SUN?

Work Smart
Harga Bahan Pokok Minggu 28 April 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik

Harga Bahan Pokok Minggu 28 April 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik

Whats New
SILO Layani Lebih dari 1 Juta Pasien pada Kuartal I 2024

SILO Layani Lebih dari 1 Juta Pasien pada Kuartal I 2024

Whats New
Bulog Diminta Lebih Optimal dalam Menyerap Gabah Petani

Bulog Diminta Lebih Optimal dalam Menyerap Gabah Petani

Whats New
Empat Emiten Bank Ini Bayar Dividen pada Pekan Depan

Empat Emiten Bank Ini Bayar Dividen pada Pekan Depan

Whats New
[POPULER MONEY] Sri Mulyani 'Ramal' Ekonomi RI Masih Positif | Genset Mati, Penumpang Argo Lawu Dapat Kompensasi 50 Persen Harga Tiket

[POPULER MONEY] Sri Mulyani "Ramal" Ekonomi RI Masih Positif | Genset Mati, Penumpang Argo Lawu Dapat Kompensasi 50 Persen Harga Tiket

Whats New
Ketahui, Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Tengah Risiko Kecelakaan

Ketahui, Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Tengah Risiko Kecelakaan

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com