Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Agar Transaksi Repo Lebih Transparan, OJK Buat "Market Standard"

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan market standard untuk transaksi repurchase agreement (repo) yang kian berkembang di pasar saham dalam negeri.

Repo sendiri merupakan transaksi penjualan instrumen efek antara dua belah pihak dengan perjanjian pembelian kembali atas efek yang sama pada waktu dan harga tertentu yang telah disepakati.

Pada praktiknya transaksi repo yang tidak transparan kerap membuat pemilik saham kecolongan dan menimbulkan perselisihan antara pihak pemegang saham dengan broker. Market standard pun dibentuk untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

"Repo ini, itu securities financing jadi saham yang dimiliki itu bisa menjadi dijaminkan atau digunakan untuk mendapatkan sumber pembiayaan. Setelah ada perjanjian, ada market standard untuk meningkatkan integritas pelaku," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Sebelumnya, OJK telah menerbitkan Peraturan OJK No. 9/POJK.04/2015 tentang Pedoman Transaksi Repurchase Agreement bagi Lembaga Jasa Keuangan dan diikuti oleh peresmian perjanjian Global Master Repurchase Agreement (GMRA) Indonesia, yang merupakan dokumen perjanjian transaksi Repo yang wajib digunakan oleh Lembaga Jasa Keuangan di Indonesia.

Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesi Karman Pamuraharjo mengatakan, market standard diperlukan untuk lebih mendorong pendalaman pasar repo di Indonesia serta mengembangkan pelaku pasar yang handal dan berdaya saing tinggi di pasar modal internasional.

APEI mengharapkan Market Standard ini dapat dijadikan sebagai acuan di pasar Ekuitas dan mendukung kredibilitas pasar modal sesuai dengan visi APEI.

"Dengan tersedianya Market Standard ini, diharapkan pelaku pasar dapat memahami ketentuan dan mekanisme terkait transaksi repo, meningkatkan volume dan jumlah pelaku transaksi repo di Indonesia, serta menerapkan standar profesionalisme yang tinggi sesuai dengan best market practices, sehingga diharapkan dapat meminimalisasi ketidakpastian atau perselisihan pada saat melakukan transaksi repo," jelas Karman.

Nantinya, transaksi repo akan diperketat dengan pihak-pihak terkait wajib untuk melaporkan setiap transaksi ke bursa. Hoesen mengatakan, saat ini pelaporan kepada bursa tidak disertai dengan status settlement dari proses transaksinya

"Kami lagi memikirkan untuk semua transaksi repo atau apapun itu transparansinya ditingkatkan dengan melaporkan ke bursa. Saat ini melaporkan tapi tidak pernah ada status setllementnya seperti apa, dari awal, begitu kan jadi kurang," ujar dia.

https://money.kompas.com/read/2019/05/21/120538226/agar-transaksi-repo-lebih-transparan-ojk-buat-market-standard

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+