Salin Artikel

Fajrin Rasyid, dari Bisnis Mie Ayam hingga Direktur Digital di Telkom

Fajrin diplot sebagai Direktur Digital Telkom menggantikan Faizal R. Djoemadi lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019.

Fajrin sendiri merupakan wajah baru di BUMN telekomunikasi tersebut. Pria berusia 34 tahun ini sebelumnya merupakan Co-founder dan Presiden Bukalapak.

Erick Thohir mengungkapkan, pemilihan Fajrin sebagai Direktur Telkom didasarkan atas segudang pengalamannya mengelola Bukalapak. Apalagi, Telkom saat ini tengah fokus menggenjot pendapatan di luar segmen telekomunikasi.

“Dengan rekam jejak dan pengalaman meski masih berusia muda, Fajrin adalah figur yang tepat untuk memimpin pengembangan bisnis digital Telkom," jelas Erick dalam keterangannya seperti dikutip pada Sabtu (20/6/2020).

"Seperti yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu, Telkom harus mengubah dan memperkuat strategi bisnisnya terutama di era pasca-Covid-19 terutama dalam memperkuat bisnis Telkom,” kata dia lagi.

Sempat Jualan Mie Ayam

Dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com empat tahun lalu, Fajrin mengaku sempat berjualan mie ayam di masa dirinya kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kala itu, Fajrin bersama teman kuliahnya yang juga merupakan pendiri sekaligus mantan CEO Bukalapak.com Ahmad Zaky tengah iseng memulai bisnis untuk mencari uang tambahan.

Namun sayangnya, membuka bisnis mie ayam tidak segampang yang dibayangkan. Keduanya pun terpaksa menutup usaha lantaran setiap hari dagangan sepi pembeli.

"Saya dengan Zaky dulu pernah jualan mi ayam di depan asrama kampus kami, tapi jarang peminat, jadinya kami tutup," ujar Fajrin saat diwawancarai Kompas.com di Jakarta, Senin (23/5/2016).

Jadi Konsultan Bisnis

Sebelum akhirnya bergabung dengan Bukalapak, Fajrin sempat menjadi konsultan bisnis di Boston Consulting Group (BCG) pada tahun setelah lulus dari bangku kuliah pada tahun 2010.

Tak main-main, Fajrin lulus dengan IPK 4.0 atau dengan predikat summa cumlaude.

Sembari bekerja sebagai konsultan, Fajrin pun turut membantu Zaky untuk mengurus keuangan Bukalapak setelah berdiri. Sebab, dirinya memiliki pemahamamn mengenai manajemen bisnis.

Namun pada tahun 2011 Fajrin pun memutuskan untuk keluar dari BCG dan resmi menjadi bagian Bukalapak.

"Awal mula saya berkarier malah jadi konsultan di BSG, tapi pada 2011 Ahmad Zaky menarik saya untuk mengurusi manajemen bisnis Bukalapak.com," ucap Fajrin.

Jalan terjal membangun Bukalapak

Fajrin menuturkan, tujuan didirikannya Bukalapak.com karena saat itu e-commerce Indonesia belum mempunyai sistem pembayaran sendiri. E-commerce saat itu masih memakai metode yang lama, seperti jika ingin beli langsung ke penjual tidak dengan perantara.

Menurut Fajrin, dengan cara itu pembeli bisa tertipu oleh penjual, bisa saja barang tidak dikirim. Fajrin, Zaky, dan salah satu temannya di ITB, Nugroho, mempunyai ide untuk e-commerce dengan sistem pembayaran yang bisa menjamin transaksi pembeli dan penjual secara aman.

Dengan modal puluhan juta yang dikumpulkan oleh mereka bertiga, Fajrin dan kawan-kawan memberanikan diri mendirikan e-commerce yang dinamai Bukalapak.com.

Fajrin mengatakan, perjalanan Bukalapak.com pada saat itu tidak berjalan mulus. Banyak penolakan dari penjual ataupun investor yang ingin mendonasikan dananya. Namun, Fajrin dan kawan-kawan tidak patah arah untuk memperkenalkan Bukalapak.com.

Fajrin dan kawan-kawan terus memperkenalkan Bukalapak.com melalui media sosial dan terjun langsung ke pelaku industri.

Hasilnya, pada tahun 2011, banyak penjual yang tertarik untuk menjual produknya di Bukalapak.com.

Pada tahun yang sama juga Bukalapak.com mendapatkan sokongan dana miliaran rupiah dari investor Jepang. Hingga saat ini usaha kecil menengah (UKM) menjadi member Bukalapak.com sebanyak lebih dari 800.000. Jumlah itu meningkat drastis dibandingkan pada tahun 2010-2011 hanya ratusan UKM.

Setelah menjabat sebagai Cheif Financial Officer (CFO) selama tujuh tahun, pada 25 Juni 2018 Fajrin pun menjabat sebagai Presiden Bukalapak.

Direksi Telkom

Pekan ini, Kementerian BUMN mengangkat Fajrin menjadi direktur Telkom dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bergabungnya Fajrin diharapkan bisa memperkuat bisnis digital pada perusahaan tersebut. 

Sebagaimana diketahui, saat ini bisnis Telkom masih bertumpu pada telekomunikasi. Ke depan perseroan harus masuk ke sektor digital agar bisnis bisa berkelanjutan.

https://money.kompas.com/read/2020/06/21/134324226/fajrin-rasyid-dari-bisnis-mie-ayam-hingga-direktur-digital-di-telkom

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.