Salin Artikel

Cerita soal Bisnis Bandeng Juwana Elrina Semarang yang Legendaris

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Semarang, pasti sudah tidak asing lagi dengan Bandeng Juwana Elrina. Produk lokal tersebut memiliki beragam varian olahan ikan bandeng dan selalu menjadi buruan masyarakat lokal atau wisatawan baik untuk dimakan di tempat atau jadi oleh-oleh

Namun di balik kuliner ikan bandeng yang berdiri sejak 3 Januari 1981 yang lalu itu, ternyata ada cerita yang unik. Hal itu disampaikan oleh Direktur PT Bandeng Juwana Elrina Arif Honggowijoyo Kusmadi.

Arif mengungkapkan bahwa bisnis kuliner ini didirkan bukan oleh seseorang yang ahli masak, koki atau chef. Bisnis Bandeng Juwana Elrina justru didirkannya oleh ayah Arif yakni Daniel Nugroho Setiabudhi, yang saat itu berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Daniel membuka usaha tersebut karena ingin mencari penghasilan tambahan guna memenuhi kebutuhan keluarga. Ide menjual bandeng duri lunak pun akhirnya tercetus.

"Jadi ini didirikan ayah saya, yang memang tujuan awalnya untuk mencari penghasilan tambahan untuk kebutuhan rumah," ujar Arif di acara ShopeePay belum lama ini.

Saat itu kata Arif, ayahnya melakukan berbagai uji coba resep bandeng duri lunak menggunakan pressure cooker yang dimilikinya. Awalnya, masakan tersebut tidak langsung dijual, tapi dibagikan ke teman-teman terdekat.

Setelah lama meracik resep terbaik bandeng duri lunak, Daniel pun akhirnya berani menjual masakannya.

Awalnya, ia menjual olahannya itu di depan rumah, namun lambat laun bisnisnya berkembang hingga saat ini memiliki empat gerai di Kota Semarang dan dikenal masyarakat luas, termasuk wisatawan domestik dan asing.

“Awalnya, ayah saya ingin membuka usaha toko roti, namun karena keterbatasan modal, akhirnya ia memilih usaha lain,” kata Arif.

Kunci sukses

Perlahan tapi pasti, Bandeng Juwana Elrina terus berkembang. Kini, usaha bandeng tersebut sudah memiliki empat cabang di Kota Semarang dan sudah dikenal oleh masyarakat luas, termasuk wisatawan domestik dan asing.

Arif mengakui, selama 41 tahun menggeluti bisnis kuliner, banyak tantangan yang harus dihadapinya, terasuk pandemi Covid-19.

Meski demikian, Bandeng Juwana Elrina tetap bertahan. Bahkan, dalam 3 bulan terakhir bisnisnya kembali menggeliat. Arif pun membeberkan kunci sukses dalam mempertahankan bisnis bandeng duri lunak ini. Salah satu tips yang dia lakukan adalah terus berinovasi.

"Keunikan rasa dari resep keluarga telah membawa Bandeng Juwana Elrina hingga berkembang sampai sekarang, dan kami terus berupaya untuk menghadirkan berbagai inovasi kepada pelanggan setia kami," kata Arif.

Setelah hampir 41 tahun sejak Bandeng Juwana Elrina dirintis, produk yang ditawarkan kini mencapai hingga sekitar 70 varian, termasuk Bandeng Duri Lunak, Bandeng Dalam Sangkar, Bandeng Pepes, hingga produk olahan seperti Otak-Otak Bandeng.

Berbagai inovasi produk yang dihadirkan dari tahun ke tahun dilandasi dengan analisis minat konsumen dalam membeli produk ikan bandeng.

"Dari berbagai varian produk yang kami tawarkan, Bandeng Duri Lunak adalah yang paling digemari pelanggan dan sering sekali dijadikan oleh-oleh ketika berkunjung ke Semarang," jelas Arif.

Lalu tips yang kedua adalah beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan mau menggunakan platform digital.

Saat ini, sudah semakin banyak orang yang melakukan pembayaran secara digital. Dari sanalah dia melihat sudah saatnya usahanya memanfaatkan platform digital dengan menggunakan ShopeePay sebagai pembayarannya.

Arif mengakui ekosistem pembayaran yang efektif melalui penggunaan layanan pembayaran digital sangat membantu bisnisnya ketika terjadi penurunan penjualan di masa pandemi.

“Saya juga berpesan sekaligus mengajak para pelaku UMKM lokal supaya lebih mampu menyesuaikan diri dengan digitalisasi. Kita tidak bisa berhenti di pembayaran konvensional saja. Banyak sekali keuntungan dari mengadopsi layanan pembayaran digital seperti ShopeePay,” jelas Arif.

https://money.kompas.com/read/2022/01/26/065151926/cerita-soal-bisnis-bandeng-juwana-elrina-semarang-yang-legendaris

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.