Salin Artikel

Nilai Transaksi E-Commerce Indonesia Capai Rp 108,54 Triliun di Kuartal I-2022

"Era pandemi justru mendorong akselerasi penggunaan teknologi digital," ujar Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam webinar Digitalisasi sebagai Sarana Pencegahan Korupsi, Rabu (3/8/2022).

Ia mengatakan, geliat ekonomi digital semakin pesart seiring meningkatkan akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring. Di sisi lain, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi layanan digital banking turut berkontribusi pada peningkatan ekonomi digital.

"Potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar dari platform e-commerce, tiap tahun alami kenaikan luar biasa," katanya.

Menurut Susiwijono, era pandemi menjadi momentum yang berhasil mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sat melakukan aktivitas ekonomi. Hal ini tercermin dari semakin meningkatkan konsumen layanan digital.

Tercatat ada 21 juta konsumen baru layanan digital Indonesia saat pandemi atau sejak Maret 2020 hingga semester I-2021, yang mana 72 persen di antaranya berasal dari rural area.

Kemudian dari sisi merchant atau penjual juga semakin paham menggunakan teknologi digital. Tercatat 98 persen penjual telah menggunakan pembayaran digital, dan 59 persen penjual menggunakan pembiayaan digital.

Perkembangan ekonomi digital Indonesia juga tercermin dari nilainya yang mencapai 70 miliar dollar AS atau setara Rp 1.043,8 triliun (asumsi kurs Rp 14.912) pada 2021. Capaian itu tumbuh 49 persen dibandingkan nilai ekonomi digital di 2020 yang sebesar 47 miliar dollar AS.

Tak hanya itu, bahkan 40 persen pangsa pasar ekonomi internet ASEAN disumbang oleh Indonesia.

"Indonesia porsinya sekian kali lipat dibandingkan negara ASEAN lainnya sangat dominan dan diprediksi akan terus tumbuh sangat signifikan," ungkap Susiwijono.

Secara rinci penopang utama ekonomi internet Indonesia di tahun 2021, di antaranya berasal dari e-commerce sebesar 53 miliar dollar AS, dan akan meningkat menjadi 104 miliar dollar AS di tahun 2025.

Kontribusi kedua berasal dari transportasi dan makanan (ride hailing) yang tercatat sebesar 6,9 miliar dollar AS di 2021, dan diprediksi akan meningkat menjadi 16,8 miliar dollar AS pada 2025.

Lalu porsi ketiga berasal dari media online yang mencapai 6,4 miliar dollar AS pada 2021, dan diperkirakan kembali meningkat di tahun 2025 menjadi sebesar 15,8 miliar dollar AS

Serta penopang terakhir dari ekonomi internet di Indonesia yakni online travel yang mencapai 3,4 miliar dollar AS pada 2021, dan diproyeksi meningkat menjadi 9,7 miliar dollar AS di tahun 2025.

Adapun berdasarkan negara tujuan utama transaksi crossborder, mayoritas konsumen Indonesia membeli barang dari China dengan porsi sebesar 41 persen, Amerika Serikat 10 persen, dan Singapura 10 persen.

https://money.kompas.com/read/2022/08/03/211200826/nilai-transaksi-e-commerce-indonesia-capai-rp-108-54-triliun-di-kuartal-i-2022

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.