Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Investor Pemula Merapat, Ini Cara Membaca Analisis Fundamental Saham

JAKARTA, KOMPAS.com - Investor pemula yang ingin memulai investasi saham harus tahu sejumlah istilah serta analisis agar investasi yang dilakukan tak hanya FOMO atau ikut-ikutan "influencer" semata.

Sebaiknya, sebelum "terjun" ke investasi saham, investor pemula membekali disi dengan berbagai ilmu analisis saham. Salah satunya yakni analisis fundamental saham.

Analisis ini penting sekali, bahkan investor kawakan seperti Lo Kheng Hong pun selalu melandaskan penilaiannya pada analisis ini.

Apa sih analisis fundamental saham? Apa saja kegunaannya? Serta, bagaimana cara membacanya? Yuk simak penjelasannya.

Dikutip dari Ruang Menyala OCBC NISP, secara umum, analisis fundamental adalah sebuah metode pengukuran yang digunakan investor untuk mengetahui tingkat keamanan nilai saham.

Analisis fundamental saham merupakan salah satu teknik untuk menyeleksi sekaligus menentukan baik atau buruknya suatu saham.

Sebab, indikator fundamental saham meliputi kinerja perusahaan, persaingan antar perusahaan terkait di sektor pasar yang sama, analisis industri, hingga analisis ekonomi makro dan mikro.

Kemudian, analisis ini berfungsi atau sangat berguna untuk mengetahui kapan waktu terbaik beli saham dan menjualnya.

Hal ini tentu penting bagi para investor dalam mengoptimalkan keuntungan lewat capital gain, yaitu selisih dari harga beli dengan harga jual.

Analisis fundamental saham juga dapat membantu investor menentukan saham terbaik, sehingga bisa memperoleh keuntungan maksimal dengan risiko minim.

Kegunaan lainnya, analisis fundamental saham juga berguna untuk mengetahui harga wajar sebuah saham.

Rasio keuangan

Untuk memahami analisis fundamental saham perlu diperhatikan beberapa rasio keuangan seperti Earning Per Share (EPS), Price to Earning Ratio (PER), Return on Equity (RoE) dan lainnya.

1. Price to Book Value (PBV)

PBV merupakan salah satu indikator analisis fundamental saham untuk mengetahui seberapa besar pasar dalam mengapresiasi nilai suatu perusahaan dengan harga tertentu.

Nah biasanya, PBV akan ditampilkan dalam bentuk perkalian (multiply).

Contohnya, PBV emiten A sebesar 1.5x pada bulan Februari 2022, lalu pada bulan Juni 2022 ternyata emiten A telah memiliki PBV sebesar 2x.

Dengan demikian, itu berarti emiten A telah mengalami peningkatan harga sebesar 0,5x dari bulan Februari ke bulan Juni di tahun yang sama.

2. Price to Earning Ratio (PER)

PER menunjukkan keuntungan yang dihasilkan oleh suatu perusahaan jika dibandingkan dengan harga sahamnya.

PER menjadi tolak ukur kemampuan sebuah perusahaan dalam menghasilkan laba bersih per saham. Makin tinggi PER maka saham perusahaan tersebut tumbuh dan dilirik banyak investor.

3. Earning Per Share (EPS)

EPS adalah indikator yang menunjukkan besaran laba bersih dari suatu perusahaan untuk tiap lembar sahamnya.

Saham dengan nilai EPS yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu dapat dianggap sebagai saham yang menguntungkan.

4. Debt to Equity Ratio (DER)

DER merupakan perhitungan rasio yang didapatkan dengan membandingkan total hutang dengan modal dan sisa laba perusahaan dalam membiayai aset-asetnya.

Jika rasio DER meningkat apabila dibandingkan periode waktu sebelumnya, itu berarti perusahaan telah dibiayai oleh kreditor (pemberi hutang) dan bukan berasal dari kekayaan bersihnya sendiri.

5. Dividend Yield (DY)

DY menunjukkan berapa besaran hasil dividen yang dibagikan oleh perusahaan terhadap tiap lembar sahamnya.

Walau jika dibandingkan dengan harga sahamnya, jumlah dividen sangat kecil, hal ini tetap menjadi hal penting, terutama bagi para long term investor.

6. Return on Equity (ROE)

ROE merupakan perhitungan rasio yang diperoleh dari membandingkan antara laba bersih (net profit) yang dibukukan perusahaan dengan total kekayaan bersihnya.

Rasio ini mengukur seberapa besar kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba bersih bagi para investor.

Jika nilai ROE mendekati angka 100 persen, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut memiliki profitabilitas yang baik.


Dua cara analisis fundamental saham: Top Down dan Bottom Up

1. Top Down

Cara analisis fundamental saham top down ini memudahkan investor pemula, sebab cara ini dilakukan dengan memperhatikan faktor makro terlebih dahulu daripada faktor mikro.

Selanjutnya, investor pemula perlu mengetahui hal-hal ini untuk memperkuat analisis fundamental.

Antara lain mengetahui prospek bisnis perusahaan, dengan cara membaca berita terkait bisnis, ekonomi dan kondisi global apakah berpengaruh ke perusahaan tersebut.

Lalu, lihat pula bagaimana persaingan perusahaan tersebut dengan perusahaan lain dalam satu industri atau sektor bisnis sejenis.

Cari tahu seberapa besar market share-nya, bagaimana perkembangan bisnisnya, inovasi dan solusi terbaru, hingga usaha-usaha lain yang mungkin dilakukan perusahaan guna memenangkan persaingan di sektor industri tersebut.

2. Bottom Up

Cara analisis fundamental saham ini dilakukan dengan melihat laporan keuangan perusahaan tersebut. Baru setelahnya, investor pemula bisa melihat bagaimana tren serta kondisi ekonomi mikro dan mikro, kinerja perusahaan tersebut apabila dibandingkan dengan perusahaan lain di sektor industri sejenis, hingga pengelolaannya.

Lalu, dengan membandingkan harga antar saham di sektor sejenis. Caranya, dengan memanfaatkan indikator PER untuk membantu dalam menganalisis sekaligus menentukan manakah saham yang tepat.

Cara memilih saham melalui analisis fundamental

Jika sudah mempelajari hal-hal di atas, berikut sejumlah tips memilih saham dengan analisis fundamental saham.

1. Angka PBV yang lebih rendah.

2. Angka EPS yang lebih besar.

3. Angka ROE minimal 10 persen, lebih besar lebih baik. Khusus untuk sektor perbankan, akan semakin baik apabila kamu memilih saham dengan ROE yang lebih tinggi dari ROA-nya.

4. Angka PER yang lebih kecil, dengan maksimal angka sebesar 15x.

5. Angka ROA yang lebih besar.

6. Angka DY yang bertumbuh dari tahun ke tahun, dengan minimal 3 persen (growing year to year).

7. Angka NPM (Net Profit Margin) yang lebih besar.

8. Angka DER yang lebih kecil dan berada di bawah 100% atau di bawah angka NPM-nya.

9. Angka Cash Ratio yang tidak terlalu besar, namun tidak terlalu kecil.

10. Quick Ratio dan Current Ratio yang lebih besar.

Demikian penjelasan mengenai cara analisis fundamental saham yang dapat diterapkan investor pemula saat berinvestasi.

Selamat mencoba.

https://money.kompas.com/read/2024/01/04/063000126/investor-pemula-merapat-ini-cara-membaca-analisis-fundamental-saham

Terkini Lainnya

Investor Terus Bertambah, Bappebti Bareng Industri Kawal Ekosistem Aset Kripto

Investor Terus Bertambah, Bappebti Bareng Industri Kawal Ekosistem Aset Kripto

Whats New
Catat, Ini Rincian Batas Minimal Nilai UTBK untuk Daftar PKN STAN 2024

Catat, Ini Rincian Batas Minimal Nilai UTBK untuk Daftar PKN STAN 2024

Whats New
Pemerintah Temukan SPBE Kurang Isi Tabung Elpiji 3 Kg, Ini Tanggapan Pertamina

Pemerintah Temukan SPBE Kurang Isi Tabung Elpiji 3 Kg, Ini Tanggapan Pertamina

Whats New
Pemerintah Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp 17,8 Triliun

Pemerintah Bayar Kompensasi Listrik ke PLN Rp 17,8 Triliun

Whats New
Lowongan Kerja Adaro Energy untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Adaro Energy untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Allianz Utama Kumpulkan Premi Bruto Rp 803,52 Miliar Sepanjang 2023

Allianz Utama Kumpulkan Premi Bruto Rp 803,52 Miliar Sepanjang 2023

Whats New
Hampir 70 Persen Gen Z Memilih Jadi Pekerja Lepas, Apa Alasannya?

Hampir 70 Persen Gen Z Memilih Jadi Pekerja Lepas, Apa Alasannya?

Whats New
Tingkatkan Peluang Ekspor UKM, Enablr.ID Jadi Mitra Alibaba.com

Tingkatkan Peluang Ekspor UKM, Enablr.ID Jadi Mitra Alibaba.com

Whats New
Praktik Curang Kurangi Isi Elpiji 3 Kg Rugikan Masyarakat Rp 18,7 Miliar Per Tahun

Praktik Curang Kurangi Isi Elpiji 3 Kg Rugikan Masyarakat Rp 18,7 Miliar Per Tahun

Whats New
Pertagas Gelar Pelatihan untuk Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Penyangga IKN

Pertagas Gelar Pelatihan untuk Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Penyangga IKN

Whats New
PLN EPI dan Universitas Telkom Kembangkan Teknologi 'Blockchain'

PLN EPI dan Universitas Telkom Kembangkan Teknologi "Blockchain"

Whats New
Mendag Ungkap Temuan 11 Pangkalan Gas Kurangi Isi Elpiji 3 Kg di Jakarta hingga Cimahi

Mendag Ungkap Temuan 11 Pangkalan Gas Kurangi Isi Elpiji 3 Kg di Jakarta hingga Cimahi

Whats New
Dorong UMKM Naik Kelas, Kementerian BUMN Gelar Festival Jelajah Kuliner Nusantara

Dorong UMKM Naik Kelas, Kementerian BUMN Gelar Festival Jelajah Kuliner Nusantara

Whats New
Dorong Implementasi Energi Berkelanjutan, ITDC Nusantara Utilitas Gandeng Jasa Tirta Energi

Dorong Implementasi Energi Berkelanjutan, ITDC Nusantara Utilitas Gandeng Jasa Tirta Energi

Whats New
Harga Emas Terbaru 25 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 25 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke