Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hampir 70 Persen Gen Z Memilih Jadi Pekerja Lepas, Apa Alasannya?

Kompas.com - 25/05/2024, 17:00 WIB
Kiki Safitri,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

Sumber CNBC


KOMPAS.com - Pada tahun 2024, jumlah pekerja Generasi Z diperkirakan akan melebihi jumlah generasi baby boomer dalam angkatan kerja di AS.

Namun saat ini, generasi termuda di dunia kerja (atau yang tertua berusia 27 tahun), diperlakukan sebagai generasi baru mulai terlepas dari kerja online, hingga ekspektasi gaji.

Generasi Z, yang didefinisikan sebagai manusia yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, saat ini sedang memikirkan kembali apa artinya memasuki dunia kerja.

Mayoritas, 70 persen dari mereka saat ini adalah pekerja lepas atau berencana untuk menjadi pekerja lepas di masa depan, menurut survei Fiverr pada bulan Februari 2024 terhadap 10.033 Gen Z dari seluruh dunia.

Baca juga: Nyaris 10 Juta Gen Z Pengangguran, Ternyata Ini Akar Masalahnya

Freelancing didefinisikan sebagai seseorang yang bekerja untuk dirinya sendiri, bukan untuk perusahaan tertentu. Lebih dari separuh, atau 53 persen, Gen Z bekerja penuh waktu pada proyek lepas, menurut survei Upwork pada Mei 2024 terhadap 1.070 Gen Z.

Berdasarkan Laporan Freelance Forward terbaru dari Upwork, Gen Z juga merupakan generasi yang paling mungkin bekerja dengan cara ini.

Alasan mereka menjadi pekerja lepas bermacam-macam, menurut Fiverr, adalah 44 persen dari mereka ingin nyaman secara finansial, 30 persen ingin bepergian untuk bekerja dan bekerja dari mana saja, 25 persen ingin memiliki bisnis sendiri, dan 20 persen ingin pensiun dini.

“Saya pikir banyak orang seusia atau lulusan saya memasuki dunia pascapandemi, di mana ketidakpastian terasa lebih besar dari sebelumnya,” kata penulis lepas dan produser musik Kate Brunotts, yang berbasis di New York, dikutip dari CNBC.

Baca juga: 9,9 Juta Gen Z Indonesia Tidak Bekerja dan Tidak Sekolah

 


Sophie Riegel, seorang lulusan dari Duke University pada Mei 2023 dengan gelar di bidang psikologi mengatakan, bahwa bekerja lepas sangat menguntungkan.

Dia mendapat untung dengan menjual pakaian bekas secara online sejak kuliah. Dia juga dibayar untuk melakukan pelatihan pribadi dan berbicara di depan umum tentang kesehatan mental dan Gen Z. Riegal menghasilkan jutaan dollar pert tahun dari bisnis pakaian online.

Sementara itu, Harlan Rappaport yang saat ini tinggal di New York mulai melakukan pemasaran email untuk perusahaan pemasok tato pada tahun 2016. Ia menyadari bahwa ia mungkin dapat memperluas basis kliennya.

Pada tahun 2020, sebelum lulus dari Universitas Michigan, dia mulai memesan klien di Fiverr. Tahun itu dia juga memulai pekerjaan penuh waktu di bidang manajemen aset, namun terus bekerja di Fiverr di waktu luangnya. Mei 2023, dia berhenti dari pekerjaannya untuk menjadi pekerja lepas penuh waktu.

Baca juga: 9,9 Juta Gen Z Tak Bekerja dan Tak Sedang Sekolah, Menko Airlangga: Kita Cari Solusi...

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com