"Buyback" Indosat, Wacana yang Muncul Lagi di Kampanye Pilpres

Kompas.com - 26/03/2019, 13:05 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, di GOR Jakarta Utara, Senin (25/3/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, di GOR Jakarta Utara, Senin (25/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyatakan akan menuntaskan rencana Presiden Joko Widodo untuk buyback saham Indosat dari Qatar Telecom, pemilik grup Ooredoo.

"Sebetulnya ide Pak Jokowi untuk buyback Indosat itu bagus. Ke depan, kami akan usahakan dan bicara dengan Qatar," ujar Sandiaga ketika ditemui di sela-sela kunjungan di Jakarta Timur, Rabu (20/3/2019).

Sandiaga menyebut buyback Indosat sangat penting dalam upaya mengintegrasikan data-data masyarakat di Indonesia.

Sandiaga menyebut sistem integrasi e- KTP membutuhkan data-data yang kini banyak dikuasai Indosat. Buyback saham diyakini akan membuat pusat data akan berada di Indonesia.

"Jika Telkomsel dan Indosat dikuasai oleh pemerintah, 80 persen data masyarakat dipegang oleh kita," kata dia.

Baca juga: Mengapa Sandiaga Berani Lempar Janji Buyback Saham Indosat?

Hal pembelian Indosat ini memang pernah disinggung Jokowi dalam debat Pilpres 2014. Ketika itu dia menjawab pertanyaan calon presiden Prabowo Subianto mengenai penjualan Indosat oleh Megawati Soekarnoputri. Prabowo menanyakan apakah Jokowi akan membeli saham Indosat tersebut atau bagaimana.

Menjawab pertanyaan itu Jokowi menyatakan, penjualan tersebut harus dilihat dengan konteks secara keseluruhan. Yang mana ekonomi Indonesia saat itu belum pulih akibat terjangan krisis. Keuangan negara, dalam hal ini APBN, pun masih berat.

"Klausalnya jelas, Indosat bisa diambil kembali. Hanya sampai sekarang belum kita ambil. Oleh sebab itu, ke depan kuncinya hanya satu, kita buyback, kita beli kembali dan menjadi milik kita kembali. Oleh sebab itu, ke depan ekonomi kita harus di atas 7 persen," kata Jokowi waktu itu.

Peluang dan dana

Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Drajad Wibowo, mengatakan, Sandiaga yakin buyback Indosat bisa dilakukan karena adanya sejumlah peluang.

Pertama, kinerja keuangan dan harga saham Indosat disebut belum sesuai harapan. Hal ini menurut Drajad bisa membuat Qatar (Ooredoo Asia/Qtel) sebagai pemegang 65 persen saham Indosat melepas sahamnya.

Kedua, ucap Drajad, negara bisa melakukan barter di bidang lain yang sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia dan kepentingan komersial Ooredoo Asia.

"Ketiga, dalam aksi korporasi seperti M&A (merger & akuisisi) dan lain-lain, sering kali faktor non-korporasi berperan penting, entah itu hubungan baik, kepentingan strategis, dan sebagainya" kata dia.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X