Debat soal Ekonomi, Jokowi Siapkan "Amunisi" dan "Tameng"

Kompas.com - 10/04/2019, 21:04 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto usai mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak ACapres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto usai mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019). Debat itu mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan, serta Hubungan Internasional. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden Joko Widodo sudah menyiapkan "amunisi" dan "tameng" untuk menghadapi debat pamungkas Pilpres pada 13 April 2019.

Juru Bicara Tim Kampenye Nasional Arif Budimanta mengungkapkan, Jokowi akan menekankan sejumlah isu pada debat dengan tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, perdagangan serta industri tersebut.

"Pak Jokowi memahami betul (isu ini) karena dia berangkat dari bawah tentang persoalan ekonomi Indonesia, terutama sektor riil," ujarnya saar berbincang di Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Jokowi kata Arif pasti membahas soal apa yang sudah ia lakukan selama 4,5 tahun. Khususnya untuk menguatkan pondasi ekonomi Indonesia dengan pembangunan infrastrukturnya.

Baca juga: Kebanjiran Penawaran Surat Utang Negara, Pemerintah Raup Rp 15,7 Triliun

Selain itu Jokowi juga akan menunjukan strategi mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan penyeluran KUR. Hal ini dinilai penting untuk menjawab isu ketimpangan.

Untuk menjawab isu pengangguran, Jokowi akan bicara membangun link and match antara industri dengan SDM. Jokowi juga akan mengeluarkan amunisi program anyarnya kartu pra kerja dan kartu KIP Kuliah.

Pada isu keuangan, Arif memastikan Jokowi siap bertahan dari gempuran Prabowo yang selalu mengktitisi utang pemerintah yang melonjak dalam 4 tahun terakhir.

"Akan dijelaskan utang itu bukan untuk hura-hura tetapi untuk hal yang produktif," kata Arif.

Seperti diberitakan, Prabowo kerap mengkritik tajam pemerintahan Jokowi karena terus berutang untuk membiayai pembangunan.

Per Desember 2018 lalu saja, posisi utang pemerintah mencapai Rp 4.418,3 triliun, naik Rp 1.817 triliun dibandingkan September 2014 sebelum Jokowi menjadi Presiden.

Baca juga: Jika Terpilih Jadi Presiden, Ini Kebijakan Utang Prabowo

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X