Survei: Kontribusi Grab ke Ekonomi Indonesia Capai Rp 48,9 Triliun

Kompas.com - 11/04/2019, 22:36 WIB
Ilustrasi GrabBikeDok. Grab Ilustrasi GrabBike

JAKARTA, KOMPAS.com - CSIS dan Tenggara Strategics mengestimasi bahwa Grab berkontribusi Rp 48,9 triliun ke perekonomian Indonesia pada tahun 2018 melalui empat lini usahanya.

Angka tersebut diperoleh dari survei dengan 3.418 responden yang dilakukan dari November hingga Desember 2018 terhadap pendapatan mereka yang diperoleh melalui platform Grab.

GrabFood adalah penyumbang terbesar dengan nilai Rp 20,8 triliun, diikuti oleh GrabBike Rp 15,7 triliun, Grabcar Rp 9,7 triliun dan Kudo Rp 2,7 triliun.

Lionel Priyadi, tim peneliti dan ekonom senior Tenggara Strategics mengatakan, Grab berpotensi meningkatkan kondisi ekonomi para pelaku usaha pada tingkat mikro di sektor informal. Pengelolaan ekonomi digital yang baik dapat menjadi tumpuan sektor ekonomi dan kesejahteraan sosial di Indonesia.

Baca juga: Grab Sebut Ingin 4 Kali Lipat Lebih Besar dari Go-Jek

“Kontribusi ekonomi Grab menunjukkan potensi yang dimiliki oleh ekonomi digital, khususnya untuk meningkatkan kondisi ekonomi dan kualitas hidup para pelaku ekonomi pada tingkat mikro," kata Lionel Priyadi dalam siaran pers, Kamis (11/4/2019).

"Potensi ekonomi tersebut bermanfaat tidak hanya bagi UMKM, tetapi juga para pekerja individu yang berada di sektor informal. Bila dikelola dengan baik, ekonomi digital dapat menjadi salah satu tumpuan masa depan ekonomi dan kesejahteraan sosial di Indonesia," lanjut Lionel.

Berdasarkan survei itu, Grab juga telah meningkatkan rata-rata pendapatan mitra Grabbike hingga 113 persen sebesar Rp 4 juta per bulan. Sementara Grabcar, telah meningkat 114 persen sebesar Rp 7 juta per bulan.

Selain itu, layanan Grabfood telah membantu meningkatkan penjualan dan akses pasar mitra UKM di Indonesia. Penjualan rata-rata mitra Grabfood di 5 kota meningkat hingga 25 persen atau sekitar Rp 1,85 juta per hari. 60 persen mitra Grabfood juga menikmati tambahan penjualan sebesar Rp 11 juta per bulan tanpa investasi tambahan.

Baca juga: Saat CEO Go-Jek Bikin Luhut Kehabisan Kata-kata...

Teknologi Grab juga dinilai bersifat inklusif bagi mitra paruh baya, Grab menyediakan lapangan pekerjaan baru kepada 21 persen mitra Grabbike dan 36 persen mitra Grabcar yang berusia 41 ke atas.

Survei dengan responden dari 5 kota ini dilakukan secara tatap muka dengan sampel mitra-mitra yang terdaftar dan aktif selama 3 bulan terakhir berdasarkan database Grab.

Adapun penarikan sampel menggunakan metode pengacakan sistematis (systematic random sampling) dan melalui metode kontrol kualitas call-back terhadap 80 persen responden. Margin of Error dari penelitian ini di bawah 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.




Close Ads X