Bagaimana Nasib Bisnis Properti Jakarta Jika Ibu Kota Dipindahkan?

Kompas.com - 03/05/2019, 09:16 WIB
Ilustrasi properti. www.shutterstock.comIlustrasi properti.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana pemindahan ibu kota negara kembali kencang bergulir. Isu ini mulai diperbincangkan setelah Presiden Joko Widodo mengadakan rapat terbatas di istana, Senin (29/04/2019) lalu.

Lantas, bagaimana nasib bisnis properti di Jakarta jika ibu kota dipindahkan?  

Menurut Managing Director Lamudi.co.id Mart Polman, rencana pemindahan ibu kota ini bisa berdampak positif terhadap bisnis properti di Jakarta. Sebab, meski tidak menjadi ibu kota lagi, Jakarta akan tetap menjadi pusat perekonomian.

Dengan demikian, aktivitas jual beli properti tidak akan terganggu dengan masalah politik dan pemerintahan.   

“Khusus untuk properti kelas atas memang sangat berpengaruh terhadap kondisi politik dan ekonomi, jadi jika ibu kota berpindah maka bisnis jual beli properti untuk segmen atas akan tetap terjaga,“ kata Mart dalam keterangan tertulis, Jumat (3/5/2019).

Baca juga: Kapan Badan Otoritas Pemindahan Ibu Kota Dibentuk? Ini Kata Bappenas

Mart tetap meyakini bahwa kebutuhan hunian di Jakarta akan tetap tinggi. Ia menambahkan, kota ini memiliki pasar properti yang sudah terbentuk, terutama untuk segmen hunian vertikal yang terkoneksi dengan moda transportasi LRT, Transjakarta dan MRT.

Selain Jakarta, Mart menilai dampak positif juga akan dirasakan pada daerah yang dipilih sebagai ibu kota baru.

"Karena nantinya di sana akan dibangun beragam hunian dan infrastruktur baru yang dapat mendorong meningkatnya pasar properti," kata Mart.

Baca juga: Ibu Kota Baru Tidak untuk Menyaingi Jakarta

Menurut Mart, kebijakan pemindahan ibu kota memang penting. Namun, sebelum ditentukan kota mana yang dipilih, pemerintah perlu melakukan berbagai kajian mendalam.

Sebab, selain membutuhkan biaya yang tidak sedikit, kesiapan infrastruktur juga akan menjadi salah satu pertimbangan mendasar.

Berdasarkan data Lamudi.co.id, saat ini Jakarta menjadi kota paling favorit dicari oleh pencari rumah dengan area pencarian terbanyak berada di kawasan Jakarta Selatan. Rata-rata harga rumah di Jakarta yang paling murah dijual Rp 11 juta per meter persegi, sementara termahal bisa mencapai Rp 62 juta per meter persegi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X