OJK Optimistis Kenaikan Tren Keuangan Syariah Terus Berlanjut

Kompas.com - 14/05/2019, 17:32 WIB
Seminar Sharia Investment Education and Investor Gathering di Jakarta, Selasa (14/5/2019) KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYASeminar Sharia Investment Education and Investor Gathering di Jakarta, Selasa (14/5/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Direktur Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan Muhammad Touriq mengatakan, tren industri keuangan syariah akan terus mengalami tren kenaikan di tahun-tahun berikutnya.

"Saya yakin dengan mapping demografi dan mapping inflasi di Indonesia, tren industri keuangan syariah yang naik dari tahun ke tahun masih akan berlanjut," kata Muhammad Touriq di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Touriq yakin karena aset keuangan syariah di Indonesia sejak 5 tahun terakhir hingga April 2019 telah mencapai Rp 1.291,48 triliun. Angka tersebut belum termasuk saham syariah.

Industri keuangan syariah pun telah mengalami kenaikan lebih dari 200 persen di berbagai lini, seperti saham syariah, sukuk, dan reksa dana syariah.

Berdasarkan Data OJK hingga April 2019, saat ini telah ada 614 saham yang lolos screening sebagai saham syariah oleh OJK. Bila dipersentasikan, saham syariah rupanya sudah mencapai 60 persen dari keseluruhan saham di Indonesia.

"Porsinya sudah 60 persen, artinya sudah banyak saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berarti ini lebih besar dibanding saham konvensional," papar Touriq.

Selain saham syariah, sukuk pun merupakan pilihan portofolio yang paling diminati oleh pemilik saham syariah. Saat ini, sukuk negara telah mencapai Rp 651 triliun total aset dan sukuk koorporasi telah mencapai Rp 22,56 triliun.

"Porsinya naik sekitar 5,5 persen dari pasar surat hutang di Indonesia. Kalau dari segi seriesnya, sukuk koorporasi sendiri ada sekitar 16,04 persen," ucap Touriq.

Saat ini, sukuk syariah pun telah dilengkapi dengan 3 akad syariah, yaitu 70,83 persen atau sekitar 85 seri menggunakan akad ijarah, 26,67 persen atau sekitar 32 seri menggunakan akad mudarabah, dan 2,50 persen atau sekitar 3 seri menggunakan akad Wakalah.

Tak ketinggalan pula reksadana syariah yang juga terus meningkat mencapai 243 pilihan reksa dana hingga bulan April 2019.

Reksa dana saham syariah merupakan pemilik total aset yang paling besar hingga Rp 10,8 triliun, diikuti oleh reksa dana syariah efek luar negeri sekitar Rp 7,5 triliun, reksa dana syariah pasar uang sekitar Rp 5,21 triliun, dan reksa dana syariah campuran sekitar Rp 3,63 triliun.

Investor pembeli reksadana syariah ini sudah ada 93.637 orang tersebar di seluruh Indonesia dengan 3 kota yang memiliki investor syariah paling besar, di antaranya DKI Jakarta sekitar 23.410 orang, Jawa barat sekitar 19.679 orang, dan Jawa Timur sekitar 11.000 orang.

"Meski telah ada 93.000 investor syariah, hal ini masih sangat kecil jika dibandingkan total investor yang mencapai 1 juta orang. Untuk itu, pemerintah akan terus menggalakkan investasi agar tren kenaikan investasi syariah terus berlanjut," pungkas Touriq.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menko Airlangga: Kasus Aktif Covid Turun, Pertumbuhan Belanja Nasional Meningkat

Menko Airlangga: Kasus Aktif Covid Turun, Pertumbuhan Belanja Nasional Meningkat

Whats New
Jelang Penetapan Suku Bunga BI, IHSG Parkir di Zona Merah, Rupiah Menguat

Jelang Penetapan Suku Bunga BI, IHSG Parkir di Zona Merah, Rupiah Menguat

Whats New
THR PNS Dibayar Full H-10 Idul Fitri, Swasta Paling Lambat H-7

THR PNS Dibayar Full H-10 Idul Fitri, Swasta Paling Lambat H-7

Whats New
Dukung RDMP Kilang Jangkah Menengah, PGN Bangun 2 Proyek Ini

Dukung RDMP Kilang Jangkah Menengah, PGN Bangun 2 Proyek Ini

Whats New
Kelola 97 Persen Infrastruktur Gas Bumi, PGN Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

Kelola 97 Persen Infrastruktur Gas Bumi, PGN Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

Rilis
IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Whats New
Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

Rilis
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Whats New
Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja Untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja Untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Whats New
Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Whats New
Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Spend Smart
Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Whats New
Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X