Gejolak Berkepanjangan, Investor Bisa Pikir Ulang Investasi

Kompas.com - 22/05/2019, 21:08 WIB
Polisi berhadapan dengan warga saat terjadi kericuhan di Jalan Brigjen Katamso, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Kericuhan terjadi sejak selasa (21/5/2019) malam dan berlangsung hingga Rabu siang KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESPolisi berhadapan dengan warga saat terjadi kericuhan di Jalan Brigjen Katamso, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Kericuhan terjadi sejak selasa (21/5/2019) malam dan berlangsung hingga Rabu siang

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, gejolak politik yang memanas pasca pengumuman perhitungan suara akan berdampak kepada persepsi investor.

Indikator jangka pendeknya kata dia, sudah bisa dilihat dari nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi hari ini.

"Diperkirakan rupiah (akan) bergerak melemah ke range Rp 14.500-14.580 per dollar AS. Sedangkan IHSG menurun di 5.900-5.930," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (22/5/2019).

Kondisi ini juga diperkirakan akan membuat para investor asing menahan investasinya di Indonesia. Sebab masyarakat akan menahan konsumsi bisa situasi politik dan keamanan terus panas.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah Jika Kondisi Keamanan Tak Membaik

Padahal menurut Bhima, awalnya diperkirakan setelah pengumuman KPU selesai, urusan Pilpres akan selesai. Tapi ini justru makin memanas.

"Investor yang mau menanam uangnya jadi berpikir ulang, bikin pabrik takut produknya tidak terjual optimal karena konsumen menahan belanja," kata dia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Investor khususnya asing masih lakukan posisi hold atau menahan realisasi investasi langsung," sambung dia.

Bhima memprediksi, tren investasi langsung masih akan menurun pada 2019, setelah di kuartal I-2019 hampir minus 1 persen. Imbas dari rendahnya investasi itu akan membuat pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan.

Sebab investasi adalah salah satu motor penggerak utama pertumbhan ekonomi yang diharapkan selain konsumsi rumah tangga.

Baca juga: Darmin: Dampak Demonstrasi terhadap Rupiah dan IHSG Hanya Sementara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.