Peraturan "Insentif Pajak Super" untuk Pengusaha Segera Diteken Presiden

Kompas.com - 13/06/2019, 20:16 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (24/5/2019).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat (24/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapan, Peraturan Pemerintah (PP) tentang insentif fiskal super tax deduction untuk pengusaha tinggal diteken oleh Presiden Joko Widodo.

Bila aturan itu berlaku, maka pengusaha yang berkontribusi dalam program penciptaan tenaga kerja terampil (vokasi) yang dibutuhkan sektor manufaktur akan mendapatkan pengurangan pajak yang besar.

"Pemerintah dan sektor industri melakukan co-production SDM industri," kata Menperin dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

"Karena mereka yang paling tahu kebutuhan akan SDM, maka diharapkan ikut menyiapkan," kata dia.

Insentif pajak yang diberikan mencapai 200 persen dari nilai investasi program vokasi untuk pengusaha yang membantu program tersebut.

Selain itu, fasilitas super tax deduction juga akan diberlakukan untuk investasi riset dan pengembangan (R&D) yang dilakukan perusahaan. Besarannya mencapai 300 persen.

Simulasinya, misalkan perusahaan yang menjalin kerja sama dengan SMK dalam bentuk pelatihan dan pembinaan vokasi, penyediaan alat industri, hingga kegiatan pemagangan.

Bila kegiatan itu menghabiskan biaya Rp 1 miliar, maka pemerintah akan memberikan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak sebesar Rp 2 miliar kepada perusahaan tersebut.

Sementara bagi perusahaan yang membangun pusat inovasi (R&D) di Indonesia dengan nilai investasi sebesar Rp1 miliar, pemerintah akan memberikan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak Rp 3 miliar.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X