Kemendag Serap Daging Ayam Ras Peternak untuk Stabilkan Harga

Kompas.com - 01/07/2019, 12:14 WIB
Sumirah, salah seorang pedagang Pasar Johar, Karawang mengungkapkan tiap menjelang Natal dan tahun baru harga daging ayam meroket, Selasa (18/12/2018). KOMPAS.com/FARIDA FARHANSumirah, salah seorang pedagang Pasar Johar, Karawang mengungkapkan tiap menjelang Natal dan tahun baru harga daging ayam meroket, Selasa (18/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan ( Kemendag) menyerap pasokan daging ayam ras di peternak untuk menaikkan harga ayam ras potong.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti mengatakan, pihaknya mengimbau kementerian dan instansi lain untuk ikut menyerap pasokan daging ayam ras potong dari peternak.

Selain itu, Kemendag juga meminta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk melakukan hal yang sama sesuai harga acuan pembelian di peternak dalam Permendag Nomor 96 Tahun 2018. Dalam hal ini, Aprindo dapat berkoordinasi dengan Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (ARPHUIN).

"Semua upaya ini dimaksudkan untuk menstabilkan harga ayam ras potong," ujar Tjahya dalam keterangan tertulis, Senin (1/7/2019).

Baca juga: Menko Darmin Bingung Harga Ayam Bisa Anjlok

Berdasarkan informasi dari peternak melalui Pinsar Indonesia, rata-rata harga nasional ayam ras potong di tingkat peternak per tanggal 25 Juni 2019 sebesar Rp 12.826 per kilogram. Harga ini berada di bawah harga acuan pembelian yang ditetapkan dalam pada Permendag Nomor 96 Tahun 2018, yaitu berkisar Rp 18.000-Rp 20.000 per kilogram.

Sedangkan harga ayam ras potong di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, serta Jawa Barat berada di tingkat paling rendah dibandingkan wilayah lainnya.

Tjahya menyampaikan, menurunnya harga ayam ras potong di tingkat peternak merupakan cerminan dari kondisi keseimbangan persediaan dan permintaan yang terjadi saat ini.

Harga acuan pembelian di peternak pada Permendag 96 Tahun 2018 merupakan harga pembelian dalam kondisi normal, mulai dari komponen produksi hingga kondisi persediaan dan permintaan.

Baca juga: Diminta DPR Perhatikan Harga Ayam yang Anjlok, Ini Kata Menko Darmin

Berdasarkan pantauan Kemendag, lanjut Tjahya, saat ini cold storage yang dimiliki masing-masing rumah potong ayam dalam kondisi penuh. Bahkan, sebagian besar RPA harus menyewa cold storage baru untuk menyimpan karkas beku.

Kondisi seperti ini belum pernah terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Tjahya menambahkan, upaya lain yang dilakukan yakni dengan menggelar bazar daging ayam ras di lingkungan Kemendag. Ayam ras potong dijual ke konsumen Rp 32.000 per kilogram. Kemendag juga mengimbau kementerian dan instansi lain untuk turut menggelar bazar serupa.

"Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, diharapkan keseimbangan persediaan dan permintaan ayam ras potong dapat kembali pulih kepada tingkat yang wajar dalam waktu dekat ini," imbuh Tjahya.

Tjahya juga meminta komitmen para pelaku usaha perunggasan untuk mengimplementasikan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga kondisi ini tidak terulang kembali di masa mendatang.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X