IPO, Fuji Finance Sasar Pengembangan Pembiayaan Sektor Energi Terbarukan

Kompas.com - 09/07/2019, 11:11 WIB
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Fuji Finance Indonesia Tbk resmi menjadi perusahaan tercatat ke-26 di Bursa Efek Indonesia tahun 2019 dengan kode saham "FUJI".

Dalam Penawaran Umum Perdana Saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk, jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 300 juta lembar, atau 23,08 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum. Adapun harga yang ditawarkan Rp 110 perlembar saham.

Direktur Utama Fuji Finance Indonesia Anita Marta mengatakan, tujuan mereka menjadi perusahaan publik, selain terbukanya akses permodalan, juga memperkuat image perusahaan dan meningkatkan eksposur kepada masyarakat.

"Seiring berkembangnya usaha Fuji Finance Indonesia, maka 2019 ini kami memutuskan untuk jadi perusahaan publik. Ini bentuk komitmen untuk mengembangkan usaha kami," ujar Anita di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Baca juga: Mengenal Fintech Equity Crowdfunding, Alternatif Himpun Dana Tanpa IPO

Dalam masa IPO, terjadi kelebihan permintaan sebanyak 57 kali dari saham yang ditawarkan. Dari hasil penawaran umum, terhimpun dana Rp 33 miliar yang seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka ekspansi kredit Perseroan.

Menurut Anita, tahun ini, sektor konsumsi menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perseroan optimistis dapat meningkatkan portofolio pembiayaan, terutama sektor produktif.

Anita mengatakan, manajemen akan melakukan pengembangan model bisnis yang berorientasi pada sektor produktif, baik melalui pembiayaan modal kerja maupun pembiayaan investasi.

Salah satunya mengembangkan pembiayaan pada sektor energi terbarukan. "Khususnya solar panel yang di harapkan dapat menjadi salah satu sektor utama bisnis perseroan ke depannya," kata Anita.

Anita mengatakan, perseroan melihat sektor energi terbarukan menjanjikan peluang yang cukup besar. Perseroan, kata dia, memiliki penguasaan untuk pembiayaan di sektor tersebut yang akan menjadi keunggulan Perseroan.

Lebih jauh, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM mengeluarkan izin untuk pemasangan roof-top bagi rumah tangga untuk meningkatkan jumlah energi terbarukan di Indonesia.

Namun, hingga saat ini Pemerintah belum memberikan suatu insentif bagi para investor atau pengguna energi terbarukan. Padahal, di negara lain seperti negara-negara Amerika, Eropa, dan negara Asia lainnya, pemerintah memberikan subsidi yang cukup menarik sehingga pertumbuhan penggunaan solar panel di negara tersebut Iebih cepat dan berkembang pesat.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X