Kuartal II 2019, Laba Bank Mandiri Capai Rp 13,5 Triliun

Kompas.com - 17/07/2019, 17:09 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri. Rafapress/SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Mandiri.

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (KOMPAS 100: BMRI) melaporkan laba konsolidasi tumbuh 11,1 persen mencapai Rp 13,5 triliun pada kuartal II 2019.

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi memaparkan pencapaian laba bersih Bank Mandiri dikontribusikan oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 14,85 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 44,5 triliun serta penurunan biaya CKPN sebesar 21,28 persen.

Pertumbuhan laba juga diiringi dengan perbaikan kualitas kredit dan pengendalian biaya operasional yang berhasil ditekan hingga tumbuh terkendali di single digit.

Hery memaparkan, strategi pertumbuhan Bank Mandiri saat ini lebih mengutamakan sustainabilitas jangka panjang, di mana pengukuran kinerja tidak semata-mata diukur dari angka akhir periode (ending balance), melainkan menggunakan saldo rata-rata (average balance).

Baca juga: Bank Mandiri Bakal Akuisisi Bank di Filipina dan Vietnam

"Hal ini terbukti efektif yang dilihat dari pertumbuhan kredit rata-rata perseroan secara bank only yang tumbuh cukup baik 12,1 persen (yoy)," ujar dia di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh dua segmen utama, yakni Corporate dan Retail yang berfokus pada kredit micro dan consumer. Per Juni 2019, pembiayaan segmen Corporate secara bank only tumbuh rata-rata 21,2 persen (yoy) dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 338,4 triliun.

Adapun segmen micro banking secara bank only tumbuh rata-rata 23,6 persen yoy dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 110,4 triliun, dan kredit konsumer secara bank only tumbuh rata-rata 9 persen dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 87,3 triliun.

“Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan, kami juga berupaya menjaga komposisi kredit produktif dalam porsi yang signifikan, yakni 77,4 persen dari total portofolio kredit Bank Mandiri dengan penyaluran kredit investasi mencapai Rp 242,3 triliun dan kredit modal kerja mencapai Rp 319,3 triliun” jelasnya.

Baca juga: Transaksi E-commerce Bank Mandiri Melonjak 50 Persen pada Mei 2019

Di tengah kondisi ketatnya likuiditas akibat persaingan suku bunga perbankan, pada kuartal II 2019, total Dana Pihak Ketiga (bank only) secara rata-rata tumbuh 6,8 persen (yoy), atau secara konsolidasi mencapai ending balance Rp 843,2 triliun.

Pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh pertumbuhan tabungan bank only secara rata-rata 5,1 persen (yoy) dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 342,6 triliun, giro konsolidasi tumbuh 7,2 persen (yoy) mencapai Rp 200,2 triliun, dan pertumbuhan deposito bank only secara rata-rata 15,1 persen (yoy) dengan ending balance konsolidasi mencapai Rp 300,4 triliun. 

 

 




Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X