Sebelum Ajukan Pinjaman Online, Cek Fintech yang Terdaftar di OJK

Kompas.com - 26/07/2019, 16:09 WIB
Ilustrasi fintech. ShutterstockIlustrasi fintech.

KOMPAS.com - Fintech (financial technology) atau layanan finansial berbasis teknologi non bank saat ini terus bermunculan.

Sebelum memutuskan melakukan pinjaman online, pastikan bahwa penyedia jasa tersebut sudah terdaftar dan berizin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot mengatakan, masyarakat perlu memahami manfaat, biaya, dan risikonya sebelum melakukan peminjaman online.

"Jangan pakai fintech peer to peer lending (P2P) atau pinjaman online ilegal karena tidak bermanfaat dan hanya buat sengsara," kata Sekar saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/7/2019) siang.

Fintech legal merupakan perusahaan yang menyediakan pinjaman online dan telah terdaftar di OJK.

Baca juga: Diteror Fintech Pinjaman Online Nakal? Laporkan ke Sini!

Hingga saat ini, kata Sekar, ada 113 fintech legal yang terdaftar dan 7 di antaranya sudah berizin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekar menjelaskan, saat ini Satgas Waspada Investasi (SWI) yang merupakan gabungan 13 lembaga dan instansi, terus memonitor dan melakukan tindakan preventif investasi atau fintech ilegal ini.

"Melalui SWI, berdasarkan rekomendasi OJK, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menutup sekitar 1087 P2P ilegal," papar dia.

Penyelenggara peer to peer lending yang sudah terdaftar dan berizin OJK harus memenuhi aturan dan ketentuan PJOK 77/PJOK.01/2016 tentang penyelenggara jasa layanan pinjam meminjam berbasis teknologi.

Di dalamnya, diatur pula batasan fintech legal yang hanya dapat mengakses mikrofon, lokasi, dan kamera untuk kepentingan e-KYC.

"Data lainnya selain itu tidak boleh diakses," kata Sekar.

Jika fintech yang sudah terdaftar dan berizin OJK melanggar aturan tersebut, maka OJK akan memberikan sanksi hingga pencabutan izin sesuai aturan yang ada.

"Sebagai upaya perlindungan berlapis, POJK 77 mewajibkan P2P lending yang resmi untuk menjadi anggota asosiasi yakni AFPI. Anggota AFPI harus tunduk dengan code of conduct-nya (salah satu yang diatur di dalamnya adalah tata cara penagihan)," papar Sekar.

Baca juga: Kisah Mereka yang Pernah Terjerat Pinjaman Online...

Kode etik penagihan kepada konsumen ini juga menjadi tanggung jawab perusahaan.

Sekar menegaskan, penagihan harus memerhatikan etika. Jika tidak, maka izin atau tanda terdaftar bisa dicabut.

Masyarakat dapat melihat daftar fintech legal di situs resmi OJK atau menghubungi kontak OJK dengan nomor 157.

Dilansir dari situs resmi OJK, berikut daftar fintech legal yang terdaftar dan berizin per 31 Mei 2019.

Tangkapan layar perusahaan fintech yang berijin dan terdaftar di OJK.Situs OJK Tangkapan layar perusahaan fintech yang berijin dan terdaftar di OJK.

1. Danamas

Danamas merupakan platform yang dibuat oleh PT Pasar Dana Pinjaman. Terdaftar dan berizin mulai tanggal 6 Juli 2017 dengan nomor surat KEP-49/D/05/2017.

Fintech ini dapat digunakan di perangkat berbasis android.

2. Investree

Investree merupakan platform yang dibuat oleh PT Investree Radhika Jaya. Terdaftar dan berizin mulai tanggal 13 Mei 2019 dengan nomor surat KEP-45/D.05/2019.

Fintech ini dapat digunakan di perangkat berbasis android dan iOS.

3. Amartha

Amartha merupakan platform yang dibuat oleh PT Amartha Mikro Fintek. Terdaftar dan berizin mulai tanggal 13 Mei 2019 dengan nomor surat KEP-46/D.05/2019.

Fintech ini dapat digunakan di perangkat berbasis android.

4. Dompet Kilat

Dompet Kilat merupakan platform yang dibuat oleh PT Indo Fin Tek. Terdaftar dan berizin mulai tanggal 13 Mei 2019 dengan nomor surat KEP-47/D.05/2019.

Fintech ini dapat digunakan di perangkat berbasis android.

5. KIMO

KIMO merupakan platform yang dibuat oleh PT Creative Mobile Adventure. Terdaftar dan berizin mulai tanggal 13 Mei 2019 dengan nomor surat KEP-48/D.05/2019.

Fintech ini dapat digunakan di perangkat berbasis android.

6. Tokomodal

Tokomodal merupakan platform yang dibuat oleh PT Toko Modal Mitra Usaha. Terdaftar dan berizin mulai tanggal 24 Mei 2019 dengan nomor surat KEP-49/D.05/2019.

Fintech ini dapat digunakan di perangkat berbasis android.

7. UangTeman

UangTeman merupakan platform yang dibuat oleh PT Digital Alpha Indonesia.Terdaftar dan berizin mulai tanggal 24 Mei 2019 dengan nomor surat KEP-50/D.05/2019.

Fintech ini dapat digunakan di perangkat berbasis android.

Daftar lengkap fintech legal dapat dilihat di sini: Fintech Legal OJK.

Baca juga: Daftar Fintech Tepercaya yang Terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.