Black Out Listrik, Penyebab hingga Dampaknya...

Kompas.com - 05/08/2019, 09:34 WIB
Pemandangan di salah satu warung makan di tepi Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Minggu (4/8/2019), menjelang pukul 19.00 WIB. KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANIPemandangan di salah satu warung makan di tepi Jalan Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan, Minggu (4/8/2019), menjelang pukul 19.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Minggu (4/8/2019) siang, terjadi pemadaman listrik (black out) di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Adapun pemadaman listrik secara serentak hingga malam hari ini terjadi karena sistem di SUTET Ungaran-Pemalang black out.

Black out-nya SUTET Ungaran-Pemalang membuat aliran listrik di dua sirkuit tersebut turun drastis, yang kerap disebut dengan istilah N minus 2. Kemudian, turun drastisnya listrik juga memengaruhi sirkuit Depok-Tasikmalaya, sehingga kejadian ini disebut N minus 3.

Artinya, terjadi gangguan listrik pada 3 SUTET secara bersamaan. Inilah yang menyebabkan pemadaman serentak terjadi.

"Dua sirkuit yang di atas ini gangguan, nah ketika gangguan mengarah ke N minus 3 tadi tegangan turun akhirnya sirkuitnya terlepas, dan terpisah sistem listrik antara Barat dan Timur. Inilah yang menyebabkan listrik di bagian Barat Mati sementara Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali menyala," jelas Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Raharjo Abumanan.

Baca juga: Ini Kronologi Padamnya Listrik di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta

Matinya listrik hingga kurang lebih 8-18 jam membuat berbagai aktivitas masyarakat lumpuh seketika, utamanya sistem berbasis digital.

Moda transportasi umum seperti ojek online, KRL, dan MRT lumpuh sejak listrik mati pukul 11.45 WIB. Penumpangnya dievakuasi secepat mungkin.

Akibatnya, penumpang pun membeludak di beberapa stasiun. Banyak yang duduk-duduk menunggu listrik menyala, berusaha mencari sinyal untuk memesan ojek online, bahkan tak jadi bepergian.

Tak hanya itu, matinya listrik juga membuat ekonomi digital terasa lumpuh. Sejak Minggu siang, banyak minimarket, UKM yang mengandalkan listrik dan pembayaran digital, restoran, dan pedagang pinggir jalan tutup sementara maupun tutup seharian.

Bahkan, pom bensin seperti Pertamina terlihat gelap di beberapa wilayah. Mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perbankan yang sepenuhnya mengandalkan listrik tak bisa beroperasi. Warga yang tak membawa uang tunai pun kelimpungan.

Baca juga: KRL Terlambat karena Listrik Padam, KAI Minta Maaf

Gara-gara listrik mati kurang dari sehari, kerugian ditaksir mencapai puluhan miliar.

Matinya listrik secara tiba-tiba membuat banyak orang terjebak di lift. Seorang mahasiswa hampir kehabisan oksigen saat pengevakuasian dilakukan. Beruntung, tak ada korban jiwa dari kejadian ini.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X