Tingkatkan Realisasi Investasi, Implementasi OSS Harus Diperkuat

Kompas.com - 07/08/2019, 15:38 WIB
Ilustrasi pembangunan jalan tolkompas.com/ syahrul munir Ilustrasi pembangunan jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, implementasi Online Single Submission (OSS) perlu diperkuat untuk meningkatkan realisasi investasi di Tanah Air pada semester II tahun ini.

Sebab, penguatan implementasi OSS perlu terus dilakukan mengingat masih banyak permasalahan yang dihadapi dalam penerapan sistemnya.

"Seperti sinkronisasi regulasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah serta pemerataan infrastruktur dan koneksi internet di seluruh Indonesia," kata Pingkan dalam keteranganya, Rabu (7/8/2019).

Pingkan menjelaskan, pada tahun ini, Indonesia menempati posisi ke-73 dari total 190 negara dalam ranking Indeks Kemudahan Berusaha (Ease of Doing Business Index) yang diluncurkan oleh Bank Dunia dengan perolehan skor 67.96 atau naik 1,42 poin dari skor tahun lalu.

Capaian ini didukung dengan masuknya Indonesia sebagai salah satu dari 46 negara yang mengalami peningkatan ekonomi pada indeks tersebut, secara khusus berkaitan dengan regulatory reform.

Baca juga: Luhut: Softbank Bisa Tingkatkan Investasi di Indonesia hingga Rp 140 T

"Dengan adanya peningkatan dalam aspek kemudahan diharapkan peringkat Indonesia dapat terus meningkat. Dan dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk kembali menanamkan modal di Indonesia, sekaligus menyiapkan lebih banyak lapangan kerja bagi warga negara Indonesia," ungkapnya.

Dia menuturkan, realisasi investasi di semester I menunjukkan hasil yang positif yang juga perlu terus dijaga. Angka kenaikan realisasi investasi pada semester I tahun ini menunjukkan tren yang positif. Ini membuktikan bahwa pemerintah benar-benar berupaya menjaga iklim investasi agar tetap kondusif di tengah pergolakan ekonomi global.

Apalagi sambungnya, Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan bahwa peningkatan pada realisasi investasi ini juga berbanding lurus dengan realisasi penyerapan Tenaga Kerja Indonesia.

"Untuk periode Januari-Juni 2019 tercatat berhasil menyerap sebanyak 490.715 orang yang terdiri dari 239.067 orang pada proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 251.648 orang pada proyek Penanaman Modal Asing (PMA)," sebutnya.

Baca juga: Melirik Pilihan Investasi Pribadi Bos Sritex

Disampaikan itu, arus investasi yang masuk pada kuartal kedua tahun ini mengalami peningkatan 2,8 persen dari kuartal sebelumnya dengan nilai realisasi yang mencapai angka Rp 200,5 triliun pada kuartal kedua. Sedangkan realisasi investasi semester pertama di 2019 mencapai Rp 395,6 triliun.

"Adapun nilai realisasi investasi tersebut terdiri atas realisasi PMDN sebesar Rp 182,8 triliun dan realisasi PMA sebesar Rp 212,8 triliun pada periode yang sama, masing-masing mengalami kenaikan sebesar 16,4 persen dan 4,0 persen year-on-year," jelasnya.

Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) ini adalah Perizinan Berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/wali kota kepada Pelaku Usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi.

OSS digunakan dalam pengurusan izin berusaha oleh pelaku usaha pada lembaga yang sudah ditunjuk pemerintah.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X