Ibu Kota Pindah, Bagaimana Minat Investasi di Kalimantan Timur?

Kompas.com - 02/09/2019, 12:35 WIB
Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Husen Maulana ditemui di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (2/9/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGADeputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Husen Maulana ditemui di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (2/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan ibu kota negara akan dipindahkan ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Ibu kota baru akan menempati dua kabupaten, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sejak disampaikan ke publik pada Senin (26/8/2019) lalu, bagaimana minat investasi di Kaltim?

Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Husen Maulana, mengatakan, sejuah ini belum ada tanda-tanda investor yang berminat lakukan investasi di Kaltim.

Baca juga: Ibu Kota Baru Berpotensi Genjot Eskpor dan Tarik Investasi Asing Baru

Kondisi ini dilihat berdasarkan layanan Online Single Submition (OSS) atau perizinan invetasi melalui digital. 

"Kelihatanya belum. Belum kelihatan kalau minat minat investor ke arah sana," kata Husen ditemui di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Husen mengatakan, meskipun dalam sistem OSS belum ada pengajuan izin, namun pemberitaan media untuk investasi di lokasi calon ibu kota sudah terlihat. Khususnya pada sektor infrastruktur/konstruksi.

"Kalau di media-media sudah kelihatan mungkin ada investor yang tertarik untuk membangun infrastruktur di sana kan," tuturnya.

Dia menuturkan, pada tahun 2019 arus investasi diprediksi lebih besar dibanding periode tahun sebelumnya.

 

Baca juga: Jonan Jamin Pasokan Listrik di Ibu Kota Baru Bisa Dipenuhi

Berdasarkan data BKPM, selama kuartal II 2019 realisasi investasi naik sekitar 13,5 persen dengan nilai Rp 200,5 triliun dibanding periode sebelumnya. 

"Memang trennya investasi PMDN dan PMA naik, karena ada perbaikan pelayanan dan juga (kondisi) investasi membaik," ungkapnya.

Data BKPM sepanjang triwulan II 2019, setidaknya ada lima kawasan yang menikmati invetasi paling besar baik Penanaan Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Di antaranya Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banten. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X