BJ Habibie, Sosok di Balik Pemberian Nama Bank Mandiri

Kompas.com - 12/09/2019, 13:16 WIB
Repro foto BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari yang dipamerkan di acara Habibie Festival di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (11/8/2016). Kompas/Wisnu NugrohoRepro foto BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari yang dipamerkan di acara Habibie Festival di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (11/8/2016).

BADUNG, KOMPAS.com - Indonesia mengalami gejolak yang begitu hebat di akhir tahun 1990-an.

Selain turut tersapu gelombang krisis moneter yang melanda dunia, kala itu Indonesia juga dihadapkan pada gejolak kondisi politik yang begitu hebat.

Hingga akhirnya, Soeharto yang kala itu menduduki kursi Presiden lengser dan digantikan oleh penggantinya, Burhanuddin Jusuf Habibie.

Di masa kepemimpinannya yang singkat,  BJ Habibie harus menghadapi berbagai masalah pelik yang substansial bagi keberlanjutan bangsa, salah satunya melakukan merger atas empat bank besar dan kini dikenal sebagai Bank Mandiri.

Baca juga: Memahami Rupiah Lewat Pendekatan Aeronautical Habibie

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, BJ Habibie merupakan sosok yang mengusulkan memberi nama bank baru hasil merger sebagai Bank Mandiri.

"Pak Habibie kan jadi Presiden tahun 1998 ya. Bank Mandiri juga menjadi merger 4 bank yang runtuh pada saat krisis yaitu Bank Exim, Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara dan Bapindo," ujar Rohan di Badung, Bali, Kamis (13/9/2019).

"4 bank ini mengalami kesulitan waktu itu, kemudian kolaps dan di-bail out oleh pemerintah dengan obligasi waktu itu. Kemudian di-merger menjadi satu bank," imbuhnya.

Ia menyebut, dalam suatu rapat kala itu Habibie diminta untuk memberi nama yang cocok bagi bank baru tersebut.

"Pak Habibie menyebut Mandiri. Itu asal usul nama Bank Mandiri pada saat pertama kali dibentuk. Tahun 1998," cerita dia.

Baca juga: BJ Habibie dan Susi Pudjiastuti, Sosok Paling Dikagumi di Indonesia Versi YouGov

Rohan menjelaskan, dengan diberi nama Bank Mandiri agar keempat bank yang telah dilebur tersebut menjadi bank yang mandiri dan juga mendorong masyarakat untuk bisa menjadi mandiri. Terutama, masyarakat uang memerlukan kredit mikro dan UMKM.

Meninggalnya Presiden ke-3 BJ Habibie di usianya yang ke-83 pada Rabu (11/9/2019) petang memberi duka tersendiri bagi seluruh institusi Bank Mandiri.

"Karena beliau lah yang memberi nama dan beliau lah yang mengawal bank ini untuk menapak 21 tahun yang lalu. Di samping itu Pak Habibie punya jasa yang lain seperti di industri aerodinamika jadi kami pun menyampaikan belasungkawa atas nama Bank Mandiri, semoga beliau amal baiknya diterima Allah," ujar Rohan.

"Peninggalan beliau banyak sekali, banyak hak paten beliau di bidang aerodinamika, semoga itu dapat terus menjadi kenangan bagi kita bank-bank di Indonesia bahwa seorang Habibie ternyata bisa berkiprah di dunia," ungkap dia.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X