BPS Ingatkan Persepsi Anti-Korupsi Masyakarat Indonesia Menurun

Kompas.com - 16/09/2019, 18:42 WIB
Ilustrasi korupsi. ShutterstockIlustrasi korupsi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) merilis data Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) 2019. Meski nilainya naik, namun BPS menyoroti dimensi persepsi anti korupsi masyarakat.

Untuk mengukur IPAK, BPS melihat dua dimensi yakni persepsi anti korupsi dan pengalaman anti-korupsi.

Kepala BPS Suharyanto mengatakan, persepsi anti-korupsi masyarakat Indonesia turun dari 3,86 pada 2018 menjadi hanya 3,80 pada 2019.

"Dari segi persepsi menurun, dari sisi penyelaman bagus. Ke depan kita harus perkuat di persepsi," ujarnya di Kantor BPS, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Baca juga : Survei Terbaru BPS: Masyarakat Indonesia Makin Anti Korupsi

"Hal-hal seperti ini merupakan warning dan saya yakin anti korupsi harus diberikan sejak dini sehinga berita (kasus korupsi) . itu tidak menjadi hal biasa," sambung dia.

Lebih lanjut Suhariyanto mengatakan, dalam dimensi persepsi anti-korupsi terdapat 3 sub dimensi yakni dimensi keluarga, komunitas dan publik.

Pada lingkup keluarga dan kelompok, terlihat bahwa masyarakat semakin permisif terhadap korupsi.

Dalam lingkup keluarga misalnya, persentase masyarakat yang menganggap wajar sikap seorang pegawai negeri menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan keluarga meningkat dari 20,7 pada 2018 menjadi 22,5 pada 2019.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X