11 Bandara Terdampak Kabut Asap, Ini Daftarnya

Kompas.com - 19/09/2019, 19:37 WIB
Helikopter waterbombing parkir di Lapangan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang yang bersebelahan dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumsel, Senin (16/9/2019). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya penurunan jarak pandang di Kota Palembang hingga 600 meter dan  memburuknya kondisi udara pada kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. ANTARA FOTO/Feny Selly/pras. ANTARA FOTO/FENY SELLYHelikopter waterbombing parkir di Lapangan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang yang bersebelahan dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumsel, Senin (16/9/2019). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya penurunan jarak pandang di Kota Palembang hingga 600 meter dan memburuknya kondisi udara pada kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. ANTARA FOTO/Feny Selly/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Setidaknya ada 11 bandar udara ( Bandara) terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan dan Sumatera. Penerbangan terganggu  jarak pandang terbatas atau visibility berkurang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengungkapkan, berdasarkan publikasi Notice To Airmen ( NOTAM) hari ini, kabut asap  mengakibatkan berkurangnya jarak pandang. Akan tetapi semua bandara tetap beroperasi normal.

Kabut asap yang terjadi beberapa minggu ini membuat sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan (delay), reroute, dan bahkan terjadi pembatalan.

“Keterlambatan, reroute maupun pembatalan penerbangan yang terjadi terpaksa dilakukan karena mengutamakan keselamatan dan  keamanan penerbangan,” kata Polana dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Menhub Bilang Kabut Asap di Riau Mulai Mereda

Polana menjelaskan, dalam kondisi seperti ini, pada surat Edaran Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan penerbangan dalam keadaan kahar (Force Majure) menyatakan bahwa maskapai harus menyusun dan melaksanakan prosedur rencana kontigensi penerbangan dan pelayanan penumpang.

Di dalamnya, setidaknya memuat ketentuan yang memudahkan penumpang untuk menyusun ulang rencana  perjalanan, di antaranya reschedule, reroute atau pemindahan ke penerbangan lainnya. Serta memberi kemudahan pengembalian uang tiket (refund) sesuai PM 185 Tahun 2015. 

"Berdasarkan publikasi NOTAM sore  hari ini, sejumlah bandara yang operasional penerbangannya terganggu akibat terdampak kabut," ujarnya.

Baca juga: Bappenas: Risiko Kabut Asap di Ibu Kota yang Baru Paling Rendah

Dia menambahkan, sampai saat ini Ditjen Hubud terus memantau melalui Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU), Airnav, penyelenggara bandar udara, maskapai serta stakeholder penerbangan yang wilayahnya terdampak kabut asap.

"Kami terus memonitor yang terjadi di masing-masing bandara terdampak kabut asap dan personil di bandara agar terus siaga dan waspada," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Dodi Dharma mengatakan, kondisi di Bandar Udara APT Pranoto Samarinda masih belum ada penerbangan yang melakukan  take off maupun landing karena terdampak kabut asap.

"Kondisi ini, kami sudah menginfokan kepada penumpang tentang dampak kabut asap berdasarkan status NOTAM dan meskipun operasional penerbangan belum normal, namun layanan di Bandara APT Pranoto tetap dibuka," kata Dodi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X