Ekonomi Berbasis Umat Bakal Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan

Kompas.com - 06/10/2019, 13:37 WIB
Beragam jenis kopi nusantara dipamerkan dalam Rembug Kopi di gedung SMESCO, Jakarta, 20-22 September 2019 KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDIBeragam jenis kopi nusantara dipamerkan dalam Rembug Kopi di gedung SMESCO, Jakarta, 20-22 September 2019

KOMPAS.com - Indonesia yang kini tengah menjelma menjadi 'macan ekonomi Asia' bakal dilirik banyak investor yang berniat berbisnis di Tanah Air.

Dukungan generasi milenial dan generasi Z serta pemanfaatan platform digital akan semakin memperkokoh kedudukan Indonesia dalam percaturan perekonomian dunia.

Prediksi soal ekonomi Indonesia itu ditulis pakar koperasi, Sahala Panggabean, dan Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, dalam buku "The Ma'ruf Amin Way. Here Comes Indonesia: Asia's New Tiger Economy" dalam edisi bahasa Inggris.

Buku yang mengupas ekonomi Indonesia secara tajam itu diluncurkan Kamis (3/10/2019) lalu di Jakarta.

Editor buku The Ma’ruf Amin Way, Chandra Saritua, mengatakan buku yang ditulis Abbas dan Panggabean memiliki dasar analisis ekonomi secara empiris.

Buku itu sendiri menunjukkan perjalanan karir Ma’ruf Amin sebagai ulama besar yang sarat pengalaman sebagai pengajar, politisi, maupun sebagai anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia.

"Kyai Ma’ruf telah memberikan inspirasi untuk lebih memberdayakan perekonomian umat melalui ekonomi berbasis syariah dengan menggunakan platform digital demi mewujudkan ekonomi yang berdaulat dan berkeadilan," katanya dalam pernyataan tertulis, Minggu (6/10/2019).

Ekonomi umat

Dengan terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden RI, ia melanjutkan, maka terbuka luas pula kesempatan untuk mewujudkan prinsip ekonomi keumatan.

Adapun ekonomi keumatan terdiri atas empat landasan yakni kemitraan, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarakatan dan perwakilan, serta ekonomi arus bawah.

“Buku The Ma’ruf Amin Way mengatur tata kelola ekonomi yang harus berlandaskan semangat kebersamaan, kekeluargaan (gotong royong), semangat persaudaraan, dan kerjasama serta ‘bottom up economics development’ dan akan memperkuat kelas menengah sehingga tercipta pemerataan kesejahteraan yang lebih baik untuk sebagian besar masyarakat,” kata Chaiman Nasari Sharia Cooperative itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X