Tahun 2020, BTN Lepas Unit Usaha Syariah ke BSM

Kompas.com - 09/10/2019, 09:32 WIB
Ilustrasi. Pegawai bank menghitung uang kertas rupiah di Banking Hall BTN Syariah di kawasan Harmoni, Jakarta, Kamis (30/3/2017)

30-03-2017 KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOIlustrasi. Pegawai bank menghitung uang kertas rupiah di Banking Hall BTN Syariah di kawasan Harmoni, Jakarta, Kamis (30/3/2017) 30-03-2017

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero) Tbk bakal melepas unit usaha syariah ( BTN Syariah) pada 2020.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo mengatakan, unit usaha BTN itu bisa saja digabung dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) agar operasionalnya lebih optimal.

"Memang biar optimal nanti dengan BSM bisa saling complement. Nanti BTN punya saham di BSM. Lebih baik memang digabung biar lebih efisien," kata Gatot Trihargo di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Pelepasan tersebut dilakukan agar BTN bisa lebih fokus dalam menjalankan inti bisnis (core bisnis), yaitu pembiayaan rumah atau kredit kepemilikan rumah (KPR). Terlebih, kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi.

"Kalau kita tahu closing backlog (menutup kekurangan pembiayaan perumahan) itu tantangannya BTN. Lalu tantangan lainnya soal governance yang ada supaya tata kelola Pedoman Standar Akutansi Keuangan atau PSAK71 bisa berjalan," kata Gatot.

Untuk itu, kata Gatot, Kementerian BUMN telah menunjuk kandidat-kandidat mumpuni yang bisa dipilih menjadi Direktur Utama Definitif pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) BTN tanggal 18 Oktober mendatang.

Sayangnya, Gatot masih enggan memaparkan lebih jauh siapa dan berapa banyak kandidat yang dicalonkan menjadi Direktur Utama definitif BTN hingga saat ini.

"Yang jelas kandidat harus mampu menghadapi tantangan yang dihadapi BTN," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X