Butuh Rumus Sederhana Atur Keuangan? Simak di Sini

Kompas.com - 18/10/2019, 06:00 WIB
Ilustrasi investasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi investasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seringkali, mengatur keuangan sulit dilakukan. Tiba-tiba penghasilan habis sebelum tiba penghasilan berikutnya.

Saat penghasilan mulai menipis, barulah Anda sadar dan berusaha mengirit keuangan. Meskipun ujung-ujungnya sisa uang itu tidak mampu menutuhi kebutuhan Anda hingga gajian tiba.

Tapi, ada rumus sederhana yang bisa Anda praktekkan di rumah, yaitu kelompokkan pos-pos pengeluaran dengan persentase dari yang terpenting terlebih dahulu.

Rumus ini bisa Anda ubah sesuai kebutuhan Anda, dan sesuai kemampuan Anda.

Kendati mesti disesuaikan dengan kebutuhan, Anda perlu mengerti dahulu perencanaan keuangan Anda, misalnya, berapa yang harus Anda sisihkan untuk makan, membayar utang, membayar tagihan, menabung, hingga investasi.

Baca juga: Mau Memulai Investasi, Simak Langkah-Langkah Ini

Idealnya, pos untuk kebutuhan sehari-hari harus lebih besar ketimbang pos-pos pengeluaran yang lain.

Deputi Direktur Literasi dan Informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Greta Joice Siahaan mengatakan, Anda bisa alokasikan sebesar 40 persen untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kemudian 30 persennya untuk bayar utang. Kalau bisa dihindari lebih baik. Misalnya, kita utang HP yang lebih canggih. Padahal HP lain yang harganya jauh lebih murah juga bisa kita pergunakan," kata Greta Joice Siahaan di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Setelah itu, 20 persen dari penghasilan Anda bisa dialokasikan untuk investasi, seperti saham. Apalagi saat ini banyak saham-saham syariah yang memungkinkan mayoritas masyarakat Indonesia bisa mengaksesnya.

Greta menuturkan, persentase investasi itu bisa ditambah sesuai kemampuan Anda. Anda bisa menambah porsinya bila uang pos-pos pengeluaran Anda yang lain masih tersisa.

Baca juga: Mau Tahu Barang Apa Saja yang Cocok untuk Investasi? Cek di Sini

"Misalnya jika Anda memiliki satu anak, dan uang kebutuhan sehari-hari masih tersisa, Anda bisa alokasikan sisanya ke investasi yang 20 persen itu," kata Greta.

Terakhir, kata Greta, 10 persen dari penghasilan bisa dialokasikan untuk sosial, misalnya bersedekah, menghadiri acara pernikahan rekan atau sahabat karib, dan lain sebagainya.

"10 persen untuk sosial. Itu rumus sederhana yang bisa digunakan tergantung kondisi," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Whats New
Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Whats New
Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Whats New
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

Whats New
PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

Whats New
IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

Whats New
Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Spend Smart
Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Whats New
Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Whats New
Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Whats New
Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Whats New
BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

Whats New
Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Whats New
Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Whats New
Selain Gaji Pokok, Ini Tunjangan Lurah dan Camat di Jakarta Per Bulan

Selain Gaji Pokok, Ini Tunjangan Lurah dan Camat di Jakarta Per Bulan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.