Simak Tips Terhindar dari Investasi Bodong Berkedok Perkebunan

Kompas.com - 01/12/2019, 09:30 WIB
Ilustrasi investasi www.shutterstock.comIlustrasi investasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Mudah tergiur dengan imbal hasil yang besar, mampu membuat seseorang menyesal untuk berinvestasi. Tak tanggung-tanggung, kerugian dari manisnya tawaran investasi tersebut bisa mencapai ratusan juta, berlaku juga pada investasi perkebunan yang tengah marak saat ini.

Perencana Keuangan dari OneShildt Financial Planning Budi Rahardjo menyampaikan kalau investasi bodong tak hanya lahir dari investasi berbau perkebunan saja, tapi banyak sektor-sektor lain yang juga rawan terhadap investasi ilegal.

Kondisi ini bisa jadi cerminan, bahwa masyarakat saat ini cenderung memiliki kelemahan dalam hal mengkritisi penawaran investasi dan mudah terbujuk rayu dan iming-iming pengembalian dana dalam jumlah fantastis.

"Ini tidak lepas karena faktor literasi keuangan yang rendah dan pengetahuan akan perlindungan konsumen, khususnya regulasi-regulasi industri keuangan untuk penghimpunan dana masyarakat. Ditambah lagi lemahnya pengawasan," ungkap Budi seperti dikutip dari  Kontan, Sabtu (30/11/2019).

Baca juga: Liburan Sederhana Sri Mulyani, Ajak Cucunya Naik Delman Keliling Monas

Belum lagi dari sisi investor, pemahaman akan norma-norma investasi juga masih sangat rendah. Khususnya terkait bagaimana cara menghasilkan keuntungan, serta beragam risiko yang akan menyertai investasi tersebut.

Alhasil, kondisi tersebut mengakibatkan masyarakat lebih cenderung melihat sisi penawaran hanya dari sisi keuntungannya saja. Masyarakat juga cenderung melakukan hal yang lebih dekat kepada aksi spekulasi ketimbang dengan berinvestasi.

Di sisi lain, meskipun regulator telah menghadirkan satgas waspada investasi, namun kesadaran masyarakat dalam berinvestasi lebih dibutuhkan saat ini. Yang mana, sikap cermat sebelum memutuskan untuk berinvestasi menjadi hal yang mutlak, bahkan bila perlu berkonsultasi dengan tim satgas waspada investasi.

Sementara itu, sosialisasi yang lebih luas dari pemerintah secara berkelanjutan juga perlu terus disemarakkan. Tentunya, itu untuk mencegah meluasnya aksi penipuan berkedok investasi perkebunan. Bahkan, jika perlu, berbagai bentuk penipuan investasi dapat diarsipkan dalam database tim satgas dan bisa secara gratis diakses oleh masyarakat.

Baca juga: Nelayan Keluhkah Harga Jual Mahal, Ini Jawaban Susi

Adapun tips jitu untuk menghindari investasi bodong diantaranya dengan membekali diri dengan pengetahuan dasar investasi. Calon investor perlu mengetahui apa yang disebut dengan keuntungan serta apa yanng dimaksud dengan risiko.

Langkah lainnya, calon investor perlu menentukan ekspektasi tingkat imbal hasil yang wajar. Jangan mudah terbujuk dengan imbal hasil yang terlampau tinggi, namun tidak jelas badan hukumnya. Calon investor juga perlu mengetahui siapa yang bakal jadi penanggungjawab, serta penjualnya.

Perlu digaris bawahi juga, untuk tidak mudah percaya dengan penjual yang tidak mampu menjelaskan secara detil risiko-risiko yang di dalam investasi tersebut. Tips terakhir, yakni dengan mencermati siapa yang menjadi lembaga pengatur dan pengawasnya. Untuk produk-produk keuangan umumnya berada dalam pengawasan OJK.

"Nah, dalam hal investasi perkebunan ini biasanya tidak ada badan pengawas dan pengatur. Maka, investor sebaiknya berhati-hati," tegas Budi. (Intan Nirmala Sari | Azis Husaini)

Baca juga: Satu Juta Barrel, Bukan Lagi Mimpi...

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Tips menghindari investasi bodong berkedok perkebunan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X