Jokowi: 34 Tahun Enggak Bisa Bangun Kilang Minyak, Kebangetan

Kompas.com - 10/12/2019, 12:16 WIB
Presiden Joko Widodo bersiap memimpin rapat terbatas tentang pengelolaan cadangan beras pemerintah di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/12/2019). Presiden meminta regulasi dan manajemen pengelolaan cadangan beras pemerintah diselesaikan dan dibereskan serta dibuat pola dan terobosan baru sehingga tidak menjadi beban bagi Bulog. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc. ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo bersiap memimpin rapat terbatas tentang pengelolaan cadangan beras pemerintah di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/12/2019). Presiden meminta regulasi dan manajemen pengelolaan cadangan beras pemerintah diselesaikan dan dibereskan serta dibuat pola dan terobosan baru sehingga tidak menjadi beban bagi Bulog. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo telah melangsungkan pertemuan dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Jokowi menyebut, pertemuannya dengan Ahok dan Nicke tak lain membahas core bisnis Pertamina sebagai perusahaan minyak. Mulai dari impor migas, persiapan B30, lifting minyak dan gas, defisit transaksi berjalan, hingga pembangunan kilang minyak.

"(Kami bertemu membahas) urusan migas. Berkaitan dengan impor migas, B20, dan B30," kata Jokowi usai membuka Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Baca juga: Jokowi: Masyarakat Kecil Punya Etiket Lebih Baik untuk Mengembalikan...

Sembari bertemu, Jokowi menyampaikan keinginannya kepada Ahok dan Nicke. Dia ingin Pertamina segera membangun kilang minyak baru agar produksi dalam negeri bisa meningkat.

"Iya itu kesitu larinya juga pembangunan kilang minyak. Pembangunan kilang minyak itu harus, masa 34 tahun kita enggak bisa bangun kilang minyak, kebangetan," tegas Jokowi.

Tak hanya itu, dia ingin defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan bisa diperkecil dengan mengendalikan impor migas. Dia pun ingin, Pertamina menaikkan produksi minyak dalam negeri (lifting migas).

Baca juga: Ahok dan Dirut Pertamina Temui Jokowi, Apa yang Dibahas?

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X