Masih Merugi, Begini Cara OVO agar Untung

Kompas.com - 11/12/2019, 20:23 WIB
Ilustrasi Ovo. KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAIlustrasi Ovo.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Visionet Internasional atau yang lebih dikenal sebagai OVO telah menyiapkan langkah guna meraup menjalankan bisnis uang digital.

Apalagi langkah menganggarkan biaya marketing yang besar menekan pendapatan perusahaan.

“Mungkin barang dua tahun ini, memang masih merugi. Sebab kami masih fokus masuk ke market agar masyarakat menggunakan uang digital," kata Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

"Tapi sekarang kita menyaksikan sebuah pasar sudah sangat mature. Tidak hanya didominasi oleh anak muda hingga yang berusia 40 tahun ke atas. Dengan basis konsumen yang semakin besar akan jadi basis yang baik untuk menjadikan perusahaan fintech memiliki bisnis yang berkesinambungan,” ujar Karaniya.

Baca juga: OVO Akui Sudah Potong Anggaran Bakar Uang hingga 50 Persen

Oleh sebab itu, Karaniya bilang dalam satu tahun ini sudah memotong bujet marketing atau pemasaran.

Bahkan, langkah memotong bujet marketing ini akan terus OVO lakukan ke depannya.

Revenue kita terus bertumbuh karena ekosistem kita juga berkembang, konsumen besar, ini akan terus besar. Nah ruang bertumbuhnya masih besar seiiring dengan penetrasi uang digital masih rendah sekitar di bawah 5 persen,” jelas Karaniya.

Selain itu, OVO akan fokus mendapatkan pendapatan dari bisnis lainnya. Ia bilang saat ini OVO sudah mulai menjajaki bisnis layanan keuangan. Tahun depan langkah ini akan terus dipertajam.

Baca juga: Valuasi OVO Rp 41 Triliun, Berapa yang Diraup Lippo jika Melepas 70 Persen Saham?

“Kita masuk ke financial services, kami generate multiple revenue. Nanti dengan Bareksa kami akan luncurkan produk investasi, itu other revenue model. Kita juga sudah bekerja sama dengan Prudential, itu kan juga model bisnis lain yang mendatangkan pendapatan. Lending kita akan terus diperkuat,” tambah Karaniya.

Ia menyebut hingga saat ini OVO sudah terdapat di 115 juta perangkat. Adapun pengguna OVO sebanyak 87 juta pengguna, sedangkan monthly active user 11 juta hingga 12 juta.

Karaniya bilang saat ini transaksi paling besar dari OVO berasal dari e-commerce. Nilai transaksi di e-commerce juga lebih besar dari ride hailing maupun food and beverage. (Maizal Walfajri)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Masih merugi, OVO siapkan langkah supaya cuan



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X