Kompas.com - 19/12/2019, 18:50 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir aat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK AMenteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) berbincang dengan Menteri BUMN Erick Thohir aat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendukung langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir yang tengah gencar melakukan aksi bersih-bersih BUMN.

Sri Mulyani pun mengatakan, pengetatan pengawasan dilakukan baik di BUMN yang membukukan untung maupun rugi.

"Keseimangan pengawasan yang dilakukan BUMN dan kami sebagai bendahara negara akan terus diperkuat. Jadi saat ini kita terus perbaiki database Kemenkeu dan Kementerian BUMN mengenai bagaimana pelaksanaan evaluasi dari BUMN-BUMN baik yang masih untung dan mungkin memiliki kondisi keuangan yang tidak baik," jelas dia ketika memberi keterangan pers kepada awak media di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Baca juga: Trump Dimakzulkan, Sri Mulyani Sebut RI Harus Waspada

Dia mengatakan, Kemenkeu sebagai pemegang saham perusahaan-perusahaan pelat merah yang kuasanya diberikan kepada BUMN akan turut terlibat dalam aksi bersih-bersih tersebut.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menjelaskan, Kemenkeu bakal memberikan catatan-catatan keuangan dari masing-masing perushaan pelat merah secara historis.

Ini seperti ketika dirinya mengungkap mengenai BUMN PT PANN Finance (Perseroa) di DPR yang ternyata juga tidak diketahui oleh Erick Thohir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Seperti yang saya sampaikan di DPR ada BUMN yang ada sejak tahun 1980an, PT PANN yang ternyata Pak Erick juga tidak tahu, jadi permasalah BUMN juga sangat historis," ujar dia.

Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Modus Penyelundupan Mobil dan Motor Mewah di Tanjung Priok

Selain itu, Sri Mulyani juga menekankan mengenai masalah anak dan cucu usaha BUMN yang kerap disinggung oleh Erick Thohir.

Menurut dia, banyaknya anak dan cucu BUMN merupakan isu besar yang harus diselesaikan dalam waktu dekat.

"Pak Erick kerap menyampaokan mengenai anak dan cucu BUMN, saya kira ini isu besar dan penting bagi negeri ini," ujar Sri Mulyani.

"Saya mendukung Pak Erick untuk membangun tata kelola yang baik agar BUMN semakin kredibel dan kompeten. Selain itu BUMN yang melakukan misi-misi pembangunan kita harapkan bisa konsisten menjaga kondisi keuangan mereka," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.