Jokowi: Saya Tidak Mau Pasar Kita Dibanjiri Produk Impor

Kompas.com - 20/12/2019, 12:28 WIB
Presiden Joko Widodo berpidato dalam acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12/2019). Presiden menyampaikan hal-hal yang akan pemerintah kerjakan dalam lima tahun ke depan yaitu pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi serta transformasi ekonomi. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYPresiden Joko Widodo berpidato dalam acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12/2019). Presiden menyampaikan hal-hal yang akan pemerintah kerjakan dalam lima tahun ke depan yaitu pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi serta transformasi ekonomi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menginginkan agar pasar dalam negeri tak dibanjiri oleh produk-produk buatan dalam negeri.

Hal tersebut dia ungkapkan saat membuka acara UMKM Export Brilianpreneur 2019 di JCC Senayan Jakarta, Jumat (20/12/2019).

“Kita tau pasar domestik kita besar dan saya tidak mau pasar kita dibanjiri oleh produk impor. Enggak mau,” ujar Jokowi.

Kendati begitu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengakui di era pasar terbuka seperti saat ini pemerintah tak boleh melarang produk asing masuk ke pasar dalam negeri.

Atas dasar itu, dia menginginkan produk dalam negeri ditingkatkan kualitasnya sehingga mampu bersaing dengan produk luar negeri.

“Caranya hanya satu, bagaimana kita bisa berkompetisi dengan produk impor itu. Entah dari sisi harga disain, kemasan, harus menang,”kata Jokowi.

Jokowi pun berpesan, agar produk UMKM dalam negeri tak hanya memikirkan soal ekspor.

“Artinya jangan sampai kita meninggalkan pasar domestik terlalu konsentrasi ke ekspor sehingga yang dalam negeri diserbu barang luar. Pasar dalam negeri dikuasai,  namun setelah itu masuk ke pasar global untuk naikkan devisa,” ucap dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X