Edhy soal Larangan Budidaya Lobster: Ada Masyarakat yang Lapar Karena Aturan Ini

Kompas.com - 25/12/2019, 20:08 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat menemui wartawan usai menghadiri acara Rapat Kerja Teknis Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) di Sleman, Kamis (19/12/2019). KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAMenteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat menemui wartawan usai menghadiri acara Rapat Kerja Teknis Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) di Sleman, Kamis (19/12/2019).

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebelumnya sempat mendapat pertentangan dari banyak pihak lantaran dirinya mengatakan bakal membuka keran ekspor untuk benih lobster.

Hingga akhirnya dia mendapat masukan dari banyak pihak yang menilai sebelum diekspor, benih-benih tersebut baiknya dibudidaya terlebih dahulu.

Namun demikian, dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 tahun 2019, Menteri Kelautan dan Perikanan era sebelumnya Susi Pudjiastuti juga melarang penangkapan benih lobster hinga rajungan dan kepiting untuk budidaya.

Tujuannya, sebagai langkah konservasi karena jumlah benih yang terbatas.

Baca juga: Susi Tidak Setuju Lobster Dibudidaya, Apa Alasannya?

Edhy pun mengatakan dirinya terbuka atas segala masukan mengenai kebijakan yang bakal dia buat tersebut.

Namun demikian, dia menekankan fakta bahwa banyak masyarakat yang kehilangan sumber pendapatan lantaran kebijakan tersebut.

"Kalau mau ngasih masukan tolong saja kasih masukan karena kami sangat terbuka dalam semua tingkatan. Jadi kalau ada yang keberatan tolong kasih tahu di mana, kita nggak usah berdebat di publik," ujar Edhy ketika ditemui di Jakarta, Rabu (25/12/2019).

"Ada masyarakat kita yang lapar gara-gara dilarang (menangkap benih lobster). Gara-gara ada aturan yang dibuat ini. Ini yang harus dicari jalannya. Saya nggak benci dengan kebijakan yang dulu, tapi saya ingin mencari jalan keluar," jelas dia.

Baca juga: Menko Airlangga Soal Lobster: Yang Kami Dorong adalah yang Budidaya

Edhy pun mengatakan dirinya telah melakukan konsultasi mengenai perubahan kebijakan tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu, dirinya juga telah menerima masukan dari Presiden Joko Widodo yang meminta dia untuk tidak gegabah dalam merumuskan kebijakan.

Edhy mengatakan, upayanya untuk merombak kebijakan di era Susi bukan untuk melakukan eksploitasi alam besar-besaran. Pasalnya, dirinya hanya ingin mencari solusi dari masalah yang dihadapi oleh pengusaha dan nelayan akibat kebijakan tersebut.

"Sekali lagi ya jangan kita ngomong hanya seolah-olah kita mau eksploitasi alam kita tanpa batasan. Saya bukan tipikal seperti itu. Saya percaya keberlangsungan industri kelautan Indonesia ini hanya bisa berkembang kalau didasari oleh keberlanjutan," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X