Sempat Tergenang Air, Tol Cipali KM 136 Sudah Bisa Dilewati Kendaraan

Kompas.com - 01/01/2020, 09:48 WIB
 Ilustrasi Tol Cipali saat dipakai pemudik musim lebaran 2019 KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Ilustrasi Tol Cipali saat dipakai pemudik musim lebaran 2019

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dilaporkan sudah bisa dilalui dengan aman oleh kendaraan.

Jalan tol tersebut sempat tergenang air akibat curah hujan yang tinggi, sejak pukul 18.00 WIB sore, Selasa (31/12/2019).

“Namun demikian, kami mengimbau pengguna jalan tol agar tetap waspada dan berhati-hati dalam berkendara karena kondisi cuaca hujan hampir sepanjang hari jelang pergantian tahun ini,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (1/1/2020).

Baca juga: Tarif Tol Cipali Golongan I Naik Mulai 3 Januari 2020

Untuk antisipasi genangan air terjadi kembali, Hengki menjelaskan, Kemenhub telah berkoordinasi dengan kepolisian, pengelola jalan tol dan stakholder terkait untuk melakukan pengalihan jalur dengan menyiapkan jalur non tol yaitu jalur pantai utara (Pantura).

Berdasarkan laporan dari Posko Monitoring Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di kantor Pusat Kemenhub dan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di lapangan, dilaporkan lokasi genangan air terjadi di Jalan Tol Cipali Arah Palimanan Km 132-136 A atau arah Jakarta Km 140-136 B.

Adapun perkiraan tinggi banjir mencapai 50 cm.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Berdasarkan laporan yang kami terima, genangan air yang terjadi ini bukan diakibatkan tidak berfungsinya saluran air atau drainase jalan tol, tetapi diduga berasal dari kiriman air dari luar jalan tol,” jelas Hengki.

Baca juga: Mudik Natal 2019, 117.000 Kendaraan Lewati Tol Layang Jakarta-Cikampek

Sistem drainase yang ada di jalan tol hanya berfungsi sebagai saluran untuk menampung dan mengalirkan air hujan dan/atau air yang berasal dari permukaan badan jalan tol.

"Jadi tidak berfungsi untuk menampung air akibat adanya perubahan tata guna lahan dan tata ruang sekitar jalan tol," ungkap Hengki.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.