Persiapan Menjadi Investor Reksa Dana 2020

Kompas.com - 02/01/2020, 17:07 WIB
Ilustrasi investasi THINKSTOCKS/RIKKYALIlustrasi investasi

TAHUN 2020 diharapkan menjadi tahun pemulihan bagi ekonomi dan investasi. Hasil investasi reksa dana juga diharapkan bisa membaik pada tahun ini. Seperti apa persiapan bagi masyarakat yang berminat menjadi investor pada tahun 2020 ini?

Perang dagang antara China dan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama 2 tahun ini mulai menemui titik terang dengan adanya kesepakatan tahap pertama. Hal ini memang tidak menjamin bahwa perang dagang berakhir, tapi paling tidak sudah kesepakatan yang diharapkan bisa terus berlanjut.

Harga komoditas kelapa sawit juga sudah mencetak rekor baru setelah mengalami penurunan berturut-turut selama 2 tahun terakhir. Hal ini diharapkan dapat memulihkan kinerja perusahaan sawit dan meningkatkan daya beli masyarakat terutama yang terkait dengan industri kelapa sawit.

Walaupun perbankan dan konsumsi adalah sektor yang dominan di pasar modal, dari kacamata investor asing, suka tidak suka masih ada persepsi bahwa pasar modal Indonesia identik dengan komoditas. Jadi naiknya harga sawit menjadi sesuatu yang positif terhadap pasar modal.

Baca juga: 4 Jurus Jitu Investasi Aman di Reksa Dana Ala Bahana Sekuritas

Di sisi lain, harga batu bara yang juga merupakan komoditas andalan masih stagnan. China merupakan importir batu bara terbesar di dunia. Perlambatan ekonomi di sana juga turut mempengaruhi harga komoditas. Berita baiknya adalah mulai ada kesepakatan dagang dan harga batu bara juga sudah tidak turun lagi walaupun belum naik.

Ketidakpastian politik akibat Pemilu dan Pilpres pada tahun 2019 sudah berakhir dengan terpilihnya kembali Joko Widodo sebagai Presiden RI dan bergabungnya Prabowo ke dalam kabinet Menteri.

Dukungan politik terhadap kuat terhadap pemerintahan ini dapat dilihat dari rencana penerbitan Undang-Undang omnibus law yang tidak mendapat halangan. Dari kacamata pasar modal, salah satu yang mendapat penilaian positif adalah penurunan tarif secara bertahap untuk pajak badan dan dividen.

Beberapa riset dari sekuritas asing juga menjadikan negara berkembang (emerging market) sebagai negara tujuan investasi di tahun ini mengingat valuasi di negara maju seperti Amerika Serikat sudah tinggi dan di negara berkembang masih murah. Net buy asing di saham sudah mulai terjadi sejak akhir 2019 dan diperkirakan masih akan terus berlanjut di 2020 ini.

Faktor-faktor di atas menjadi dasar mengapa tahun 2020 disebut sebagai tahun pemulihan untuk investasi di pasar modal. Faktor negatif dan kejutan memang akan selalu ada mengingat pasar modal memiliki karakter yang fluktuatif, namun setidaknya yang terburuk sudah lewat.

Reksa dana pasar uang

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X